postheadericon Tips agar anak mau mengerjakan PR dirumah

  1. Membuat PR anak menjadi lebih menarik.

Tugas guru disini adalah membuatkan lembar belajar semenarik mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan bentuk-bentuk dan warna yang menarik pada buku-buku PR anak. Selain warna dan bentuk mengubah bentuk buku dari potrait menjadi lanscape juga dapat membawa semangat baru pada anak-anak. Hal lain yang dapat dilakukan oleh guru yaitu, mengemas bentuk PR yang biasanya ditulis di buku PR diubah dalam bentuk surat didalam amplop, dan guru menyampaikan bahwa surat itu harus dibalas dengan menggunakan kata-kata manis “dibales ya surat dari bu cici, nanti bu cici baca”

  1. Memberikan motivasi pada anak untuk membuat PR

Setiap guru harus menjadi motivator murid-muridnya. Dalam memberikan tugas sebaiknya guru juga menjelaskan terlebih dahulu apa tugas yang diberikan. Jangan lupa untuk memberikan kata-kata motivasi seperti “ nanti PR-nya dibuat sama mama/papa ya, kasi liat kalau adik udah pintar”

  1. Memberikan Reward apabila anak tersebut sudah membuat PR

Jika murid-murid sudah membuat pekerjaan rumah, jangan lupa untuk memberikan catatan kecil sebagai ungkapan terimakasi bahwa anak tersebut sudah membuat PR. Seperti misalnya “ terima kasih kakak sudah membuat PR sangat rapi, hebaat !” (Bu Cici)

postheadericon Pentingnya memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada anak-anak

(PR) Pekerjaan rumah biasanya dikerjaan oleh murid-murid pada saat berada dirumah. Pekerjaan rumah biasanya diberikan oleh guru-guru mereka di sekolah dengan tujuan supaya materi yang diberikan di sekolah dapat diiulang lagi pada saat dirumah . Tidak dapat dipungkiri sebagian dari murid-murid terkadang jarang mengerjakan PR karena malas atau menunda-nunda sehingga lupa untuk dikerjakan. Sebagian orang tua bahkan ada yang mengabaikan PR yang diberikan oleh gurunya. Sebenarnya, PR yang diberikan bermanfaat untuk anak agar dapat berlatih mempunyai rasa tanggung jawab terhadap suatu tugas. PR akan mematangkan konsep anak atas pelajaran yang sudah diperoleh di sekolah. Itu sebabnya, PR biasanya berupa latihan soal atau prakarya sederhana.

Berikut beberapa alasan mengapa anak-anak jarang mengerjakan PR -nya :

  1. Anak-anak merasa kurang tertarik dengan PR yang diberikan
  2. Anak-anak merasa bosan dengan PR yang diberikan
  3. Anak-anak merasa PR yang diberikan bukanlah sesuatu yang penting untuk dikerjakan.
  4. Tidak adanya motivasi dari orang tua untuk mengerjakan PR.

Keempat hal tersebut merupakan alasan secara umum mengapa anak-anak tidak mengerjakan tugasnya. Sebenarnya PR merupakan komponen terpenting dalam suatu pembelajaran. Berikut merupakan alasan mengapa guru memberikan PR pada muridnya :

  1. Ingin meyakinkan bahwa murid tersebut paham dengan materi yang telah diberikan.

Apabila anak tersebut membuat tugas dirumah dengan benar tanpa ada kendala, maka secara otomatis anak tersebut sudah paham dengan materi yang diberikan. Guru sebaiknya menanyakan langsung pada orang tua murid mengenai kendala yang dialami oleh si anak pada saat mengerjaak PR dirumah. Dari laporan orang tua tersebut guru dapat mengetahui sejauh mana perkembangan si anak.

  1. Agar murid tersebut mengingat materi dan dapat mempraktikannya dirumah.

Hal ini merupakan aspek umum dari tujuan pemberian tugas oleh guru. Dengan mengerjakan tugas yang sama dengan materi yang telah diberikan saat belajar, maka anak tersebut akan lebih mengingat materi yang diberikan.

  1. Orang tua bisa mengetahui sejauh mana perkembangan anaknya.

Poin ini sangat penting, karena orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya. Selain perkembangan orang tua juga bisa tau bagaimana kendala anaknya saat bejar. Sehingga orang tua tidak menuntut gurunya untuk melakukan sesuatu proses yang instan saat belajar, karena sudah mengetahui bagaimana kemampuan anaknya.

  1. Menumbuhkan rasa bertanggung jawab pada siswa dan juga melatih disiplin pada anak.

Jika kita memberikan PR pada anak, maka si anak akan merasa dirinya mempunyai tugas yang harus dikerjakan tanpa ada tekanan. Jika hal ini mampu dikerjakan setiap hari maka anak-anak akan terbiasa dengan adanya PR tersebut. (Bu Cici)

 

 

postheadericon PINTAR CALISTUNG merayakan Natal 2016

postheadericon Gramedia berbagi buku di BALISTUNG Denpasar

Gramedia berkomitmen untuk ikut andil dalam dunia pendidikan anak-anak di Indonesia. Salah satunya melalui acara “Berbagi Buku“ dengan anak-anak di seputaran Denpasar, Bali. Hal ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian acara Opening Gramedia Level 21 Mall Bali,  pada tanggal 17 Desember 2016.

Acara “Berbagi Buku“ dilakukan di hari Jumat, 16 Desember 2016 di dua lokasi. Yang pertama yaitu di SDK St. Yosef Denpasar pukul 09.00 WITA, dan kemudian di Sekolah Non Formal BALISTUNG Denpasar pada pukul 11.00 WITA. Buku yang dibagikan sebanyak kurang lebih 600 buku untuk masing-masing tempat, terdiri dari buku cerita anak-anak, buku permainan anak-anak dan buku ilmu pengetahuan umum untuk anak-anak.

Tim dari Gramedia terdiri dari Rezza Patria Wibowo (Public Relations Manager), Fityan Yudhan (Public Relations), A.M. Octiana Femant (Store Manager Gramedia Level 21 Bali) dan Mahayanti (Asisten Store Manager Gramedia Level 21 Bali). Acara diisi dengan penyerahan buku secara simbolis, sekaligus diisi dengan berbagai macam permainan edutainment untuk anak-anak.

Diharapkan setelah terselenggaranya acara ini, anak-anak akan terbiasa untuk selalu membaca agar menambah pengetahuan dan wawasan untuk generasi Indonesia yang lebih baik. (Sumber)

postheadericon Mengapa metode Baca Tulis Hitung di Balistung lebih baik? (47)

Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, saya selaku orang tua dari wahyu memilih tempat bimbel di Balistung merupakan pilihan yang tepat karena melihat dan perkembangan anak saya tumbuhnya minat untuk baca dan meningkatkan kemampuan belajar anak. (Orang tua dari I Made Wahyu Suarjana)