Archive for August, 2012

postheadericon Tips Mengajarkan Anak Membaca

Banyak keluarga yang binggung menentukan kapan sebaiknya anak mulai belajar untuk membaca. Ada yang berpendapat bahwa untuk mengajarkan anak membaca dapat dimulai saat Sekolah Dasar (SD) dan ada juga yang berpendapat saat di Taman Kanak Kanak.

Hasil riset Dr Julia Carroll dan Anna Cunningham dari Departemen Psikologi University of Warwick menunjukan bahwa anak yang diajarkan membaca saat berusia 7 tahun memiliki kecepatan belajar yang sama seperti anak berusia 4 tahun.

Hasil riset tersebut juga menunjukan bahwa anak-anak yang lebih muda sedikit lebih baik dalam mengeja daripada anak-anak yang lebih tua. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih tua tidak selalu lebih cepat belajar membaca dan mengajarkan anak membaca pada usia 4 tahun dinyatakan cukup efektif.

Untuk menumbuhkan minat anak untuk belajar membaca, bunda dapat melakukan hal-hal berikut ini.

Tips mengajarkan anak membaca

1. Membacakan Dongeng

Dongeng merupakan cara terbaik menstimulasi anak untuk belajar membaca. Dongeng juga merupakan sarana terbaik bagi anak untuk belajar mendengar, menambah perbendarahaan kata, dan mengembangkan imajinasi mereka.

Bunda dapat memilih buku-buku dongeng yang bermutu dan pantas buat dikonsumsi anak-anak. Pilihlah cerita yang menarik dan memiliki gambar penuh warna sehingga anak-anak pun akan penasaran dengan gambaran peristiwa dalam dongeng tersebut. Gaya dan expresi bunda dalam membaca dongeng juga perlu diperhatikan, dengan begitu anak-anak pun akan tertarik untuk mendengarkan dan membaca buku.

2. Memasang Poster Tulisan Bergambar

Bunda dapat mengajarkan anak membaca dengan membuat sebuah poster bergambar dan menempelkannya di dinding kamar tidur sang buah hati. Gambar bisa menyesuaikan dengan tokoh favorit buah hati bunda.

Bila buah hati anda nge-fans dengan Spongebob. Mintalah sang buah hati untuk menggambar Spongebob, dan meminta anak mendeskripsikan gambar tersebut. Misalnya, “Spongebob sedang berenang.” Dan jangan lupa menempelkan poster tersebut di kamar tidur sang anak, supaya setiap hari mereka bisa melihat dan membacanya.

3. Memberikan Hadiah Sebuah Buku

Tanamkan di dalam hati anak bahwa buku adalah benda yang sangat berharga dan besar nilainya. Agar anak bisa lebih mencintai dan menghargai sebuah buku, bunda dapat menjadikan buku sebagai hadiah di hari special. Misalnya, sebagai kado ulang tahun dan jangan lupa membungkus kado tersebut dengan hiasan-hiasan yang menarik.

Jika perlu, bunda dapat menganggarkan buku kedalam daftar keuangan untuk pendidikan anak agar hadiah buku menjadi kebiasaan yang baik untuk keluarga.

4. Menjadi Teladan Membaca

Jadilah teladan yang baik dalam membaca buku sebelum bunda mengajarkan anak membaca. Tanyakan pada diri bunda sendiri,”Sudahkah aku gemar membaca buku?” [Sumber]

postheadericon Tanda-Tanda Anak Siap Masuk SD

Foto: Tablod Nakita

Berikut tanda-tanda anak siap masuk SD:

  • Kemampuan motorik halus.

Anak bisa menulis sesuai dengan kemampuan usianya, menulis di buku, menggunting sesuai arahan guru, mengelem, menjahit dengan tali rafia, dan mampu mengikuti atau memindahkan tulisan (meniru).

  • Kemampuan motorik kasar.

Anak mampu baris-berbaris, dapat duduk tenang, rileks, bisa menempatkan posisi tubuhnya. Ketika bermain juga mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Berjalan dan berlari dengan baik.

  • Kemampuan kognitif.

Anak dapat membaca kata-kata sederhana “i-bu”; dikte sederhana seperti, “satu”, “a”, “b”. Kemampuan ini harus dikuasai karena sebagian besar sekolah dasar menuntut anak bisa membaca dan menulis secara sederhana. Begitu pun kemampuan matematika (mampu menghitung sederhana, minimal sampai 20), baik penjumlahan atau pengurangan.

  • Kemampuan sosial emosional.

Antara lain, anak sudah mandiri: mampu mengurus dirinya sendiri, mengambil makanan sendiri, membuka sepatu, bermain dengan teman, bisa menerima guru siapa saja, tidak pilih-pilih guru atau teman. Anak pun siap bermain dengan teman, artinya kalau ada temannya usil harus mampu mengatasi, mampu mengatakan mau/tidak mau saat melakukan/disuruh sesuatu. {Sumber}