Archive for December, 2012

postheadericon Asah Motorik Halus

Foto: Tabloid Nakita

Aktivitas coret-coret disukai batita mulai usia 2 tahunan, ini terkait erat dengan perkembangan motorik halus. Coret-coret diyakini bisa membantu mengarahkan/mengasah perkembangan motorik halus anak yang nantinya dibutuhkan untuk menggambar, menulis dan pekerjaan lain yang mengandalkan tangan. Kalau awalnya cara memegang alat tulis si batita masih serampangan alias belum luwes seperti “kakak”nya atau orang dewasa, seiring dengan intensnya anak melakukan aktivitas coret-coret ini, kemampuan anak memegang alat tulis pun semakin baik.

Motorik halus sendiri diartikan sebagai kemampuan yang menyatukan keterampilan fisik dengan melibatkan koordinasi otot-otot halus. Artinya, tak hanya lengan yang bergerak, kegiatan coret-coret pun melibatkan pergerakan pergelangan tangan dan jari jemari. Dengan begitu fleksibilitas/kelenturan telapak tangan dan jari-jemari secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas akan semakin terlatih. Di antaranya menyuapkan sendok berisi makanan ke dalam mulut, mengenakan/melepaskan pakaian, maupun bermain dengan permainan yang membutuhkan koordinasi tangan. Kematangan perkembangan motorik halus ini nantinya juga akan membantunya menulis dengan lebih baik dan tak cepat lelah saat harus banyak menyelesaikan tugas sekolah terkait dengan tulis-menulis.

Fungsi motorik halus ini pada dasarnya sudah ada sejak anak lahir dan berkembang secara bertahap. Kendati faktor bawaan dapat mempengaruhi perkembangan motorik halus, akan tetapi stimulasi jauh lebih berperan. Dengan kata lain, meski anak lahir normal dan tidak mengalami gangguan perkembangan, stimulasi tetap diperlukan untuk lebih mengasah keterampilan tersebut hingga dapat berkembang lebih baik.

Jadi, kalau batita asyik melakukan aksi coret-coret, biarkan saja, dan jangan malah dilarang-larang. Kalau orangtua sering melarang anak bisa-bisa kreativitas, spontanitas, dan keberaniannya untuk mengekspresikan diri jadi terhambat. Tak hanya itu. Perkembangan motorik halusnya pun jadi tak optimal yang selanjutnya menghambat keterampilan bantu diri maupun keterampilan-keterampilan lainnya dan akan beruntun memengaruhi pembentukan citra dirinya. Mengingat pentingnya perkembangan motorik halus, aksi si batita untuk coret-coret justru perlu diakomodasi. Contohnya, orangtua perlu menyediakan perlengkapan menggambar, seperti kertas gambar, papan tulis, kapur/pensil warna, spidol ataupun krayon. Lengkapi pula dengan meja dan kursi gambar berukuran mini yang pas untuk postur tubuhnya. {Sumber}

postheadericon Usia berapa seharusnya anak Anda mulai membaca?

Kapan seharusnya anak mulai membaca?

gungde-balistungMembaca adalah salah satu keterampilan hidup yang sering kita gunakan untuk mengukur kemajuan pendidikan anak-anak kita. Anda mungkin mendengar pertanyaan “Apakah dia sudah bisa membaca?” sama seringnya dengan pertanyaan “Apakah dia sudah bisa jalan?” ketika bayi Anda mulai bertambah besar. Beberapa pendidik percaya bahwa ada usia khusus di mana anak-anak harus mulai membaca. Tetapi, ada juga yang merasa anak-anak memiliki waktu yang berbeda untuk belajar keterampilan yang berbeda pula, termasuk membaca.

Dalam sistem sekolah umum di Amerika Serikat dan Inggris, anak-anak seringkali didorong untuk mulai membaca sebelum mereka masuk sekolah formal. Beberapa anak siap untuk mulai membaca pada usia ini, dan sangat menyukainya. Di sisi lain, ada juga anak-anak yang belum siap membaca pada usia ini, terutama untuk anak laki-laki.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah untuk menanamkan rasa cinta membaca dengan membaca untuk anak Anda dan juga bersama dengan anak Anda. Bukan dengan memaksa anak Anda untuk membaca. Anak-anak yang memiliki keterampilan secara natural, akan meminta untuk belajar lebih banyak, sementara anak-anak yang belum siap tetap akan mendapat keuntungan dari buku yang dibaca bersama-sama, yang nantinya akan membuat proses membaca lebih mudah ketika saatnya tiba. Tapi, pada usia berapa seharusnya anak sudah dapat membaca sendiri? Ini tergantung pada sekolah si anak. Fase membaca yang paling penting adalah antara usia 5-9 tahun. Jawaban atas pertanyaan usia berapa yang ‘normal’ untuk membaca tergantung pada sekolah dan perilaku mereka terhadap membaca. Cara yang terbaik adalah untuk selalu berhubungan dengan guru karena mereka dapat memberitahu Anda bagaimana anak Anda di sekolah dan apakah anak Anda perlu tambahan tugas rumah.

Bagi anak-anak bilingual (berbicara dua bahasa), Anda mungkin merasa proses berbicara, membaca, dan menulis secara lancar akan lebih lama dibandingkan dengan anak-anak monolingual (berbicara satu bahasa). Hal ini sangat normal karena anak-anak bilingual memiliki lebih banyak informasi untuk diproses, dan ini sama sekali bukan tanda kalau mereka belajar lebih lambat atau lebih buruk. Malahan sebaliknya. Walaupun anak-anak bilingual belajar lebih lama, ketika mereka menguasai keterampilan ini, mereka akan mendapatkan hasil lebih baik dibandingkan dengan anak-anak monolingual. Selain itu, keterampilan kognitif dan komunikasi juga akan meningkat secara keseluruhan. Jadi, jangan khawatir untuk memperkenalkan bahasa baru, hal ini hanya akan memberikan keuntungan pada anak-anak.

Bagi anak yang belajar bahasa asing, urutan prosesnya akan sama untuk bahasa apa pun. Setelah meletakkan dasar yang solid untuk keterampilan berbicara dan mendengar, mereka dapat melanjutkan untuk mengenali bahasa tertulis. Sama dengan bahasa pertama mereka, latihan one-to-one, meningkatkan rasa tertarik, dan menyediakan banyak dorongan adalah cara tercepat dan lebih menyenangkan dalam belajar.

Tips untuk membantu anak Anda dalam proses membaca:

Tips untuk membantu anak Anda dalam proses membaca:

  • Mulai membaca sejak usia dini, buat membaca bagian dari rutinitas sehari-hari.
  • Tanamkan rasa cinta terhadap bahasa – puisi, cerita, sajak, termasuk lelucon.
  • Dorong keterampilan verbal yang solid, bicara dengan mereka, buat mereka berceloteh, bernyanyi, bersajak, bercerita, semua keterampilan ini akan membantu proses membaca.
  • Dorong mereka untuk selalu menyelesaikan tugas sekolah – selesaikan tugas membaca yang diberikan guru setiap hari.
  • Beri contoh dengan melakukannya sendiri, biarkan anak-anak melihat Anda membaca buku dan majalah.
  • Terlibatlah. Anak-anak yang membaca beberapa kali seminggu akan menjadi lebih unggul dibanding anak seusianya ketika mereka remaja.
  • Berikan bantuan membaca one-on-one karena ini merupakan jalur tercepat untuk menjadi pembaca kompeten.
  • Berikan banyak pujian dan buat proses membaca menyenangkan.
  • Bergabung menjadi anggota perpustakaan bersama-sama.
  • Cari buku yang menarik perhatian anak Anda, baik itu tentang ballerina, sulap, ataupun binatang yang dapat berbicara!

Sama dengan berbagai hal yang berkatian dengan anak Anda, memiliki keyakinan atas kemampuan anak akan membantu mereka untuk memiliki rasa percaya diri, yang tentunya akan memiliki dampak positif dalam berbagai hal. Keterampilan membaca sangat berguna dalam kehidupan kita. Membaca meningkatkan kecerdasan, memperluas pengalaman, memperkenalkan orang pada ide-ide yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, dsb. Membaca merupakan dasar dalam pendidikan selanjutnya, selain itu membaca sangatlah menyenangkan. {Sumber}