Archive for May, 2013

postheadericon Bahasa Bali Tidak Boleh Hilang

Balistung_iconRektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali Drs I Made Suarta, SH.M.Hum mengingatkan, bahasa daerah Bali merupakan bagian dari roh taksu (karisma) Pulau Dewata yang tidak boleh hilang.

“Oleh sebab itu sampai kapanpun bahasa daerah Bali diharapkan tetap lestari di muka bumi,” kata Rektor IKIP Made Suarta pada acara wisuda sarjana XXX perguruan tinggi swasta tersebut di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, bahasa daerah Bali dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di Pulau Dewata mempunyai andil dalam memberikan kenyamanan, kesejukan dan kedamaian.

Dalam kaitan dengan eksisten bahasa daerah Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) untuk mendukung bahasa daerah Bali masuk kurikulum pendidikan.

Pergub tersebut untuk mendukung bahasa Bali masuk kurikulum pendidikan mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

Made Suarta menjelaskan, IKIP PGRI Bali yang mengelola delapan bidang studi, salah satunya di antaranya menyangkut studi pendidikan bahasa daerah dan sastra Indonesia.

Dengan adanya Pergub Bali, program studi bahasa daerah Bali itu diharapkan akan tetap eksis di masa mendatang untuk mencetak guru-guru bahasa daerah Bali yang akan mengajar mulai tingkat SD hingga SMA/SMK. {Sumber}

postheadericon Ini alasan mengapa PAUD penting bagi perkembangan anak

Balistung_iconPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap penting bagi perkembangan anak. Pendidikan yang diberikan untuk anak berusia 3-5 tahun ini tidak hanya mengenalkan anak pada aktivitas fisik dan berkenalan dengan teman sebaya, tetapi juga beberapa manfaat lain.

“Kegiatan di PAUD dapat memberi rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang ana usia prasekolah. Seluruh aktivitasnya dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar,” ujoar Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, atau kerap disapa Prof Reni, selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), dalam acara Nutritalk: Menumbuhkan Kecintaan Anak pada Gizi Sejak Dini, yang diadakan di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Selain memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal sekolah, kegiatan-?kegiatan di PAUD juga menanamkan kejujuran, disiplin, dan berbagai hal positif lain. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD seringkali memiliki kemampuan untuk komunikasi lebih baik saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.

“Remaja yang memiliki masalah mental, seringkali dicari kemungkinan pernah mengalami trauma saat kecil. Ini karena pendidikan karakter sangat baik dimulai sejak dini, oleh karena itu sejak masih berusia prasekolah anak penting untuk diberikan contoh dan kegiatan positif,” imbuh Prof Reni.

Bagaimana memilih PAUD yang baik untuk anak? Prof Reni mengungkapkan, yang paling penting adalah memerhatikan jarak tempuh dari rumah ke PAUD. Sebaiknya jangan memilih PAUD yang lokasinya terlalu jauh. Sebab, jika anak sudah letih dalam perjalanan, ia cenderung akan malas untuk beraktivitas kembali.

“Kemudian perhatikan juga latar belakang pendidik, ini sangat berpengaruh pada bagaimana pola pengajaran yang akan ia terapkan. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kurikulum PAUD, serta sarana dan prasarana yang terdapat di PAUD,” ujar Prof Reni, yang saat ini juga aktif sebagai Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia.

Meskipun nantinya anak sudah mendapatkan pendidikan di PAUD, bukan berarti ibu tidak perlu memberikan pendidikan lanjut di rumah. Prof Reni menyarankan orang tua, khususnya ibu, untuk tetap ‘mengawal’ pendidikan anak. Ini dikarenakan ibu memiliki peran sebagai pendidik utama bagi anak. {Sumber}

postheadericon Quote by Plato

Tahukah Anda bahwa awal dari setiap tugas adalah bagian yang paling penting, terutama bagi setiap makhluk yang muda dan lemah? Karena pada waktu itulah makhluk itu paling mudah dibentuk sesuai dengan keinginan seseorang {Plato}

postheadericon Pertumbuhan otak anak

Pada tahun – tahun pertama dari kehidupan, pertumbuhan otak manusia sangat cepat (pada usia 5 tahun pertumbuhan otaknya sudah mencapai 80%, sedangkan antara 6 sampai 60 tahun proses pertumbuhan otak jauh lebih lambat). Oleh karena itu seorang Ibu hendaknya betul – betul mengupayakan agar pertumbuhan otak anak bisa optimal. {Prof. Dr. S. C. Utami Munandar ; Psikolog Perkembangan Anak}

postheadericon Belajar membaca sambil bermain adalah suatu sine qua non

Balistung_iconMengajar seorang bayi membaca sangat tergantung dari caranya dan ini berlangsung terus sampai aktivitas dalam Kelompok Bermain (KB) ataupun TK. Namun betapa tinggi pun intelegensi anak, anak adalah anak, dan kebutuhan akan bermain ini telah menjiwainya. Jadi bagi mereka pun, apalagi bagi anak lainnya, belajar membaca sambil bermain adalah suatu sine qua non (= tanpa mana tidak ada).

“Pembelajaran” kepada anak tidal boleh bersifat skolastik, namun mengingat “gengsi” orangtua kita yang sering bangga atas hasil luar biasa putra – putrinya, tak cukup sekali saja ditekankan: jangan merampas kebutuhan bermain dari putra – putri Anda. {Prof. DR. Conny Semiawan ; Ahli Pendidikan}