postheadericon Asah Motorik Halus

Foto: Tabloid Nakita

Aktivitas coret-coret disukai batita mulai usia 2 tahunan, ini terkait erat dengan perkembangan motorik halus. Coret-coret diyakini bisa membantu mengarahkan/mengasah perkembangan motorik halus anak yang nantinya dibutuhkan untuk menggambar, menulis dan pekerjaan lain yang mengandalkan tangan. Kalau awalnya cara memegang alat tulis si batita masih serampangan alias belum luwes seperti “kakak”nya atau orang dewasa, seiring dengan intensnya anak melakukan aktivitas coret-coret ini, kemampuan anak memegang alat tulis pun semakin baik.

Motorik halus sendiri diartikan sebagai kemampuan yang menyatukan keterampilan fisik dengan melibatkan koordinasi otot-otot halus. Artinya, tak hanya lengan yang bergerak, kegiatan coret-coret pun melibatkan pergerakan pergelangan tangan dan jari jemari. Dengan begitu fleksibilitas/kelenturan telapak tangan dan jari-jemari secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas akan semakin terlatih. Di antaranya menyuapkan sendok berisi makanan ke dalam mulut, mengenakan/melepaskan pakaian, maupun bermain dengan permainan yang membutuhkan koordinasi tangan. Kematangan perkembangan motorik halus ini nantinya juga akan membantunya menulis dengan lebih baik dan tak cepat lelah saat harus banyak menyelesaikan tugas sekolah terkait dengan tulis-menulis.

Fungsi motorik halus ini pada dasarnya sudah ada sejak anak lahir dan berkembang secara bertahap. Kendati faktor bawaan dapat mempengaruhi perkembangan motorik halus, akan tetapi stimulasi jauh lebih berperan. Dengan kata lain, meski anak lahir normal dan tidak mengalami gangguan perkembangan, stimulasi tetap diperlukan untuk lebih mengasah keterampilan tersebut hingga dapat berkembang lebih baik.

Jadi, kalau batita asyik melakukan aksi coret-coret, biarkan saja, dan jangan malah dilarang-larang. Kalau orangtua sering melarang anak bisa-bisa kreativitas, spontanitas, dan keberaniannya untuk mengekspresikan diri jadi terhambat. Tak hanya itu. Perkembangan motorik halusnya pun jadi tak optimal yang selanjutnya menghambat keterampilan bantu diri maupun keterampilan-keterampilan lainnya dan akan beruntun memengaruhi pembentukan citra dirinya. Mengingat pentingnya perkembangan motorik halus, aksi si batita untuk coret-coret justru perlu diakomodasi. Contohnya, orangtua perlu menyediakan perlengkapan menggambar, seperti kertas gambar, papan tulis, kapur/pensil warna, spidol ataupun krayon. Lengkapi pula dengan meja dan kursi gambar berukuran mini yang pas untuk postur tubuhnya. {Sumber}

Leave a Reply