postheadericon Langkah-langkah untuk Meningkatkan Kreativitas Seorang Anak

Anak-anak memiliki daya inovasi dan imajinasi yang sangat kuat. Kreativitas yang dimiliki seorang anak membuat mereka dianugrahi kelebihan daya intelektual, emosional dan juga daya tahan tubuh yang kuat. Salah satu penelitian mengatakan bahwa imajinasi yang dimiliki seorang anak bahkan dapat membantu anak untuk mengatasi rasa sakit. Daya kreativitas juga mampu membantu anak untuk menjadi lebih percaya diri, mampu mengembangkan kemampuan sosial, dan belajar sesuatu hal dengan lebih baik.
Seperti dilansir dari www.psychcentral.com, di bawah ini adalah beberapa saran yang telah disampaikan oleh beberapa ahli untuk mampu mengembangkan kreativitas anak-anak.
1. Buatlah ruang khusus untuk berkarya.
Membuat tempat khusus untuk anak-anak dimana mereka bisa berkreativitas sangatlah penting. Namun ruangan yang dimaksud bukanlah ruangan yang hanya sekedar mewah. Ruangan ini bisa saja berupa ruang kecil dipojok ruangan yang berisi mainan lego atau yang berisi baju-baju lama milik orang tua untuk bermain baju-bajuan. Menurut para ahli, daya kreativitas akan tumbuh dengan sangat baik ketika anak berada di tempat yang kaku atau terbatas, hal ini dikarenakan anak-anak merasa memiliki kekuasaan yang lebih untuk tempat yang mereka miliki.
2. Kesederhanaan.
Sama seperti halnya orang tua tidak perlu untuk memperluas tempat main anak, orang tua juga tidak perlu untuk membelikan anak-anak mainan terbaru dan yang lebih bagus. Psikolog untuk pendidikan anak, Charlotte Reznick, Ph.D, juga menyarankan agar tetap memberikan anak mainan dan kegiatan yang sederhana. Reznick mencontohkan dengan dirinya sendiri ketia Ia bermain lego bersama anak perempuannya. Anak perempuannya yang sedang bermain lego justru malah tidak menghiraukan instruksi mamanya, tapi lebih asik dengan imajinasi di pikirannya ketika memainkan lego.
3. Berikan “waktu bebas”.
Adalah hal yang penting untuk orang tua agar bisa memberikan anak waktu bebas. Menghabiskan beberapa jam di rumah tanpa aktivitas yang terjadwal, sehingga anak-anak bisa bermain bebas.
4. Bantu anak-anak untuk menghidupkan rasa mereka.
Berikan anak kesempatan untuk membuka diri mereka kepada lingkungan yang lebih luas agar anak-anak mampu menggunakan seluruh indera dan rasa mereka. Menurut Reznick, disampaikan bahwa hal ini bukan berarti orang tua harus mengajak anak-anak untuk melakukan perjalan yang mahal dan rumit. Ajaklah anak-anak pergi mengunjungi perpustakaan, museum, atau berkegiatan di luar ruangan. Minta anak-anak untuk berimajinasi pergi ke tempat-tempat yang jauh, misalnya ke kebun binatang Afrika. Ajak anak membayangkan hewan apa yang mereka temui, seperti apa bayangan kebun binatang Afrika di pikiran mereka, seperti apa baunya dan bagaimana suara yang dikeluarkan oleh hewan-hewan disana.
5. Mendiskusikan kreativitas.
Tanyakan anak-anak mengenai ide yang mereka pikirkan atau ketika mereka sedang berada pada waktu dimana kreativitas mereka sedang berkembang. Jika situasi terjadi saat ada di dalam mobil ketika hendak pergi untuk latihan bola, orang tua harus menghargai ide yang dimiliki anak dengan mencatatnya di buku, di telepon genggam atau dengan merekamnya.
6. Latih daya pikir kreatif yang kritis.
Seiringan dengan anak yang bertambah usia, tanyakan mereka bagaimana cara menghadapi masalah-masalah tertentu dan bagaimana anak mungkin bisa melakuka hal yang berbeda. Ajak anak-anak untuk memikirkan sesuatu hal dan ungkapkan ide-ide anak pada secarik kertas atau menggunakan sebuah mind-mapping.
7. Hindari sesuatu yang bersifat terlalu mengatur.
Anak-anak memiliki kemampuan bawaan untuk menjadi kreatif ketika mereka bermain secara bebas, namun aturan yang terlalu berlebihan dari orang tua mengurangi bahkan menghilangkan kemampuan bawaan yang secara alami dimiliki anak. Sehingga merupakan hal yang sangat penting untuk bisa memfasilitasi kreativitas anak tanpa harus terlalu banyak mengatur mereka. Misalnya seperti yang dilakukan salah satu keluarga terhadap anak-anak mereka. Orang tua tidak banyak mengatur kegiatan anak dan membebaskan anak-anak mereka untuk beraktivitas. Hingga anak laki-laki pertama mereka bermain kelereng dengan peraturan rumit yang dibuatnya sendiri. Anak laki-laki pertama mereka sebenarnya tidak begitu paham dengan peraturannya, namun anak laki-laki pertama mereka menyesuaikan peraturan bermain mereka dengan kemampuan adik laki-lakinya.
8. Bantu anak untuk mengejar cita-cita mereka.
Orang tua harus menaruh perhatian lebih kepada kesukaan anak-anak mereka, dan juga berusaha menyiapkan kebutuhan yang sesuai. Misalnya ketika seorang anak tertarik dengan pelajaran geologi, maka orang tua bisa menyiapkan buku-buku yang berhubungan dengan batu-batuan.

9. Sediakan waktu khusus untuk kreativitas orang tua.
Anak-anak juga akan belajar dari orang tua mereka. Orang tua bisa ikut serta pada permainan anak, misalnya ketika mereka menggambar atau mewarnai. Jika seorang anak hendak meminta bantuan orang tuanya untuk menyusun lego, ikut menggambar atau ikut mewarnai maka orang tua bisa bersama-sama anak-anak mereka untuk bermain. Hal ini mampu mempererat hubungan anak dan orang tua dan memperoleh waktu keluarga yang berkualitas.

Demikian langkah-langkah yang menurut pendapat beberapa ahli mampu untuk meningkatkan kreativitas yang dimiliki seorang anak. Selamat mencoba para orang tua. (Yuni)

Leave a Reply