Posts Tagged ‘PAUD’

postheadericon Les privat membaca dan menulis terbaik untuk anak

Selama kurang lebih  1 tahun mengikuti privat, kami merasa lebih mudah mengarahkan anak dalam memahami materi yang didapat di sekolah. Motivasi guru les sangat berpengaruh terhadap kemauan belajar anak. (Orang tua dari Eka M dan Ari M)

 

Catatan: Calistung adalah akronim/ singkatan dari baca tulis hitung. Balistung memiliki program belajar salah satunya Calistung. Balistung tidak memiliki cabang selain di Jl. Tukad Pakerisan no.75, Panjer, Denpasar. Mohon berhati – hati agar tidak tertipu penggunaan nama yang sama oleh pihak lain). Terima kasih.

postheadericon Kursus membaca dan menulis terbaik untuk anak

Setelah Faiz les di Balistung dia semakin mengenal belajar huruf dan angka. Terima kasih Balistung sudah memberikan pelajaran , pengenalan dan wawasan, sekarang Faiz sudah bisa menghitung dan mengenal huruf. Setelah les di Balistung sekarang Faiz cepat tanggap. (Orang tua dari Faiz)

 

Catatan: Calistung adalah akronim/ singkatan dari baca tulis hitung. Balistung memiliki program belajar salah satunya Calistung. Balistung tidak memiliki cabang selain di Jl. Tukad Pakerisan no.75, Panjer, Denpasar. Mohon berhati – hati agar tidak tertipu penggunaan nama yang sama oleh pihak lain). Terima kasih.

postheadericon PINTAR CALISTUNG merayakan Natal 2016

postheadericon Gramedia berbagi buku di BALISTUNG Denpasar

Gramedia berkomitmen untuk ikut andil dalam dunia pendidikan anak-anak di Indonesia. Salah satunya melalui acara “Berbagi Buku“ dengan anak-anak di seputaran Denpasar, Bali. Hal ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian acara Opening Gramedia Level 21 Mall Bali,  pada tanggal 17 Desember 2016.

Acara “Berbagi Buku“ dilakukan di hari Jumat, 16 Desember 2016 di dua lokasi. Yang pertama yaitu di SDK St. Yosef Denpasar pukul 09.00 WITA, dan kemudian di Sekolah Non Formal BALISTUNG Denpasar pada pukul 11.00 WITA. Buku yang dibagikan sebanyak kurang lebih 600 buku untuk masing-masing tempat, terdiri dari buku cerita anak-anak, buku permainan anak-anak dan buku ilmu pengetahuan umum untuk anak-anak.

Tim dari Gramedia terdiri dari Rezza Patria Wibowo (Public Relations Manager), Fityan Yudhan (Public Relations), A.M. Octiana Femant (Store Manager Gramedia Level 21 Bali) dan Mahayanti (Asisten Store Manager Gramedia Level 21 Bali). Acara diisi dengan penyerahan buku secara simbolis, sekaligus diisi dengan berbagai macam permainan edutainment untuk anak-anak.

Diharapkan setelah terselenggaranya acara ini, anak-anak akan terbiasa untuk selalu membaca agar menambah pengetahuan dan wawasan untuk generasi Indonesia yang lebih baik. (Sumber)

postheadericon Pelestarian Bahasa Bali Melalui Pendidikan Anak Usia Dini

Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Bali (etnis Bali) sebagai bahasa percakapan sehari-hari (alat komunikasi), baik dalam rumah tangga, rapat-rapat adat, perkawinan, kematian, dan aktivitas-aktivitas kehidupan lainnya. Bahasa Bali digunakan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan budaya Bali.

Belajar bahasa Bali tidak hanya di sekolah formal semata, namun belajar bahasa Bali sebaiknya berawal dari lingkungan keluarga yaitu ketika pertama kali seorang anak biasa berbicara, bahasa yang pertama yang diajarkan oleh orang tua adalah bahasa ibu yaitu bahasa Bali itu sendiri, sehingga anak tidak merasa asing dengan bahasanya sendiri. Cara yang mudah dan efektif memperkenalkan bahasa Bali terhadap anak-anak usia dini selain dengan berkomunikasi secara langsung yaitu orang tua dapat memperdengarkan lagu-lagu anak-anak  yang menggunakan bahasa Bali atau yang biasa disebut tembang Bali. Misalnya saja seperti lagu meong-meong dan juru pencar, dimana lirik lagunya seperti yang tertera di bawah ini.

“Meong-meong alih ja bikule, bikul gede-gede, buin mokoh-mokoh, kereng pesan ngerusuhin, juk meng. Juk kul”.

“Juru pencar (2x), jalan mai mencar ngejuk ebe. Ebe gede-gede (2x), di sawana ajaka liu”.

Ketika anak mendengarkan lagu-lagu yang menggunakan bahasa Bali secara berulang-ulang, otomatis mereka tidak asing lagi dengan bahasa Bali yang mereka dengarkan dalam lagu. Hal tersebut dapat menumbuhkan minat anak dalam menggunakan bahasa Bali itu sendiri. Selain itu dalam nyanyian bahasa Bali pun mengandung makna-makna yang jika ditelusuri lebih dalam memiliki makna yang sangat dalam dan lagu atau tembang Bali dapat membentuk karakter yang ada dalam diri anak. Selain melalui tembang, orang tua juga dapat memperkenalkan bahasa Bali melalui Satua Bali (dongeng). Mungkin sama dengan daerah lain di Indonesia, di Bali cukup banyak terdapat cerita rakyat yang diajarkan secara turun temurun tanpa diketahui siapa pengarangnya. Cerita-cerita tersebut di Bali disebut dengan istilah satua. Di Bali cukup banyak satua yang sampai saat ini masih digunakan sebagai salah satu materi pembelajaran bahasa daerah Bali salah satunya satua I Siap Selem. Berikut ini disajikan contoh kandungan nilai karakter dalam satua Bali I Siap Selem.

Satua Men Siap Selem ini mengisahkan dua tokoh yang berbeda karakter. Men Siap Selem dikisahkan sebagai sosok individu yang berkarakter baik, sedangkan Meng Kuuk sebagai tokoh jahat. Pada akhirnya, Meng Kuuk yang berniat jahat ingin memangsa semua anak Men Siap Selem mendapatkan malapetaka, giginya rontok akibat menyergap batu yang dikira anak-anak ayam. Jadi, satua ini bertema ajaran Karma Phala. Barang siapa berbuat baik akan memetik pahala yang baik, sementara yang menanam kejahatan akan memetik buah karma yang tidak baik. Guru dapat memakai satua ini untuk mendidikan anak-anak agar selalu berbuat kebajikan dan tidak punya keinginan untuk menyengsarakan orang lain.

Bahasa Bali sangat penting diperkenalkan sejak anak masih kecil, sehingga sejak dini mereka sudah memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bahasa ibu yaitu bahasa Bali. Di Zaman sekarang ini masih banyak orang tua yang seakan-akan melupakan mendidik putra-putri mereka untuk menggunakan bahasa Bali. Jika bukan generasi muda yang melestarikan bahasa Bali, lalu siapa lagi?. Bahasa Bali merupakan bahasa Ibu yang wajib dilestarikan. (bu Suci)