Posts Tagged ‘Tips’

postheadericon Senyuman adalah bahasa universal

Kita bisa mengajari anak bersikap manis dan berkata-kata dengan sopan. Tetapi ada hal yang tidak bisa kita ajarkan, yaitu tersenyum dengan tulus. Kita dengan mudah bisa mengenali apakah seseorang tersenyum dengan tulus atau dipaksakan. Dihadapan seorang anak, kita tidak bisa berbohong. Ibarat sebuah cermin, jika kita baik dan ramah maka anakpun akan tersenyum dengan indah 😊

postheadericon Kursus membaca dan menulis terbaik untuk anak

Setelah Faiz les di Balistung dia semakin mengenal belajar huruf dan angka. Terima kasih Balistung sudah memberikan pelajaran , pengenalan dan wawasan, sekarang Faiz sudah bisa menghitung dan mengenal huruf. Setelah les di Balistung sekarang Faiz cepat tanggap. (Orang tua dari Faiz)

 

Catatan: Calistung adalah akronim/ singkatan dari baca tulis hitung. Balistung memiliki program belajar salah satunya Calistung. Balistung tidak memiliki cabang selain di Jl. Tukad Pakerisan no.75, Panjer, Denpasar. Mohon berhati – hati agar tidak tertipu penggunaan nama yang sama oleh pihak lain). Terima kasih.

postheadericon Tips agar anak mau mengerjakan PR dirumah

  1. Membuat PR anak menjadi lebih menarik.

Tugas guru disini adalah membuatkan lembar belajar semenarik mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan bentuk-bentuk dan warna yang menarik pada buku-buku PR anak. Selain warna dan bentuk mengubah bentuk buku dari potrait menjadi lanscape juga dapat membawa semangat baru pada anak-anak. Hal lain yang dapat dilakukan oleh guru yaitu, mengemas bentuk PR yang biasanya ditulis di buku PR diubah dalam bentuk surat didalam amplop, dan guru menyampaikan bahwa surat itu harus dibalas dengan menggunakan kata-kata manis “dibales ya surat dari bu cici, nanti bu cici baca”

  1. Memberikan motivasi pada anak untuk membuat PR

Setiap guru harus menjadi motivator murid-muridnya. Dalam memberikan tugas sebaiknya guru juga menjelaskan terlebih dahulu apa tugas yang diberikan. Jangan lupa untuk memberikan kata-kata motivasi seperti “ nanti PR-nya dibuat sama mama/papa ya, kasi liat kalau adik udah pintar”

  1. Memberikan Reward apabila anak tersebut sudah membuat PR

Jika murid-murid sudah membuat pekerjaan rumah, jangan lupa untuk memberikan catatan kecil sebagai ungkapan terimakasi bahwa anak tersebut sudah membuat PR. Seperti misalnya “ terima kasih kakak sudah membuat PR sangat rapi, hebaat !” (Bu Cici)

postheadericon Pentingnya memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada anak-anak

(PR) Pekerjaan rumah biasanya dikerjaan oleh murid-murid pada saat berada dirumah. Pekerjaan rumah biasanya diberikan oleh guru-guru mereka di sekolah dengan tujuan supaya materi yang diberikan di sekolah dapat diiulang lagi pada saat dirumah . Tidak dapat dipungkiri sebagian dari murid-murid terkadang jarang mengerjakan PR karena malas atau menunda-nunda sehingga lupa untuk dikerjakan. Sebagian orang tua bahkan ada yang mengabaikan PR yang diberikan oleh gurunya. Sebenarnya, PR yang diberikan bermanfaat untuk anak agar dapat berlatih mempunyai rasa tanggung jawab terhadap suatu tugas. PR akan mematangkan konsep anak atas pelajaran yang sudah diperoleh di sekolah. Itu sebabnya, PR biasanya berupa latihan soal atau prakarya sederhana.

Berikut beberapa alasan mengapa anak-anak jarang mengerjakan PR -nya :

  1. Anak-anak merasa kurang tertarik dengan PR yang diberikan
  2. Anak-anak merasa bosan dengan PR yang diberikan
  3. Anak-anak merasa PR yang diberikan bukanlah sesuatu yang penting untuk dikerjakan.
  4. Tidak adanya motivasi dari orang tua untuk mengerjakan PR.

Keempat hal tersebut merupakan alasan secara umum mengapa anak-anak tidak mengerjakan tugasnya. Sebenarnya PR merupakan komponen terpenting dalam suatu pembelajaran. Berikut merupakan alasan mengapa guru memberikan PR pada muridnya :

  1. Ingin meyakinkan bahwa murid tersebut paham dengan materi yang telah diberikan.

Apabila anak tersebut membuat tugas dirumah dengan benar tanpa ada kendala, maka secara otomatis anak tersebut sudah paham dengan materi yang diberikan. Guru sebaiknya menanyakan langsung pada orang tua murid mengenai kendala yang dialami oleh si anak pada saat mengerjaak PR dirumah. Dari laporan orang tua tersebut guru dapat mengetahui sejauh mana perkembangan si anak.

  1. Agar murid tersebut mengingat materi dan dapat mempraktikannya dirumah.

Hal ini merupakan aspek umum dari tujuan pemberian tugas oleh guru. Dengan mengerjakan tugas yang sama dengan materi yang telah diberikan saat belajar, maka anak tersebut akan lebih mengingat materi yang diberikan.

  1. Orang tua bisa mengetahui sejauh mana perkembangan anaknya.

Poin ini sangat penting, karena orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya. Selain perkembangan orang tua juga bisa tau bagaimana kendala anaknya saat bejar. Sehingga orang tua tidak menuntut gurunya untuk melakukan sesuatu proses yang instan saat belajar, karena sudah mengetahui bagaimana kemampuan anaknya.

  1. Menumbuhkan rasa bertanggung jawab pada siswa dan juga melatih disiplin pada anak.

Jika kita memberikan PR pada anak, maka si anak akan merasa dirinya mempunyai tugas yang harus dikerjakan tanpa ada tekanan. Jika hal ini mampu dikerjakan setiap hari maka anak-anak akan terbiasa dengan adanya PR tersebut. (Bu Cici)

 

 

postheadericon Pelestarian Bahasa Bali Melalui Pendidikan Anak Usia Dini

Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Bali (etnis Bali) sebagai bahasa percakapan sehari-hari (alat komunikasi), baik dalam rumah tangga, rapat-rapat adat, perkawinan, kematian, dan aktivitas-aktivitas kehidupan lainnya. Bahasa Bali digunakan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan budaya Bali.

Belajar bahasa Bali tidak hanya di sekolah formal semata, namun belajar bahasa Bali sebaiknya berawal dari lingkungan keluarga yaitu ketika pertama kali seorang anak biasa berbicara, bahasa yang pertama yang diajarkan oleh orang tua adalah bahasa ibu yaitu bahasa Bali itu sendiri, sehingga anak tidak merasa asing dengan bahasanya sendiri. Cara yang mudah dan efektif memperkenalkan bahasa Bali terhadap anak-anak usia dini selain dengan berkomunikasi secara langsung yaitu orang tua dapat memperdengarkan lagu-lagu anak-anak  yang menggunakan bahasa Bali atau yang biasa disebut tembang Bali. Misalnya saja seperti lagu meong-meong dan juru pencar, dimana lirik lagunya seperti yang tertera di bawah ini.

“Meong-meong alih ja bikule, bikul gede-gede, buin mokoh-mokoh, kereng pesan ngerusuhin, juk meng. Juk kul”.

“Juru pencar (2x), jalan mai mencar ngejuk ebe. Ebe gede-gede (2x), di sawana ajaka liu”.

Ketika anak mendengarkan lagu-lagu yang menggunakan bahasa Bali secara berulang-ulang, otomatis mereka tidak asing lagi dengan bahasa Bali yang mereka dengarkan dalam lagu. Hal tersebut dapat menumbuhkan minat anak dalam menggunakan bahasa Bali itu sendiri. Selain itu dalam nyanyian bahasa Bali pun mengandung makna-makna yang jika ditelusuri lebih dalam memiliki makna yang sangat dalam dan lagu atau tembang Bali dapat membentuk karakter yang ada dalam diri anak. Selain melalui tembang, orang tua juga dapat memperkenalkan bahasa Bali melalui Satua Bali (dongeng). Mungkin sama dengan daerah lain di Indonesia, di Bali cukup banyak terdapat cerita rakyat yang diajarkan secara turun temurun tanpa diketahui siapa pengarangnya. Cerita-cerita tersebut di Bali disebut dengan istilah satua. Di Bali cukup banyak satua yang sampai saat ini masih digunakan sebagai salah satu materi pembelajaran bahasa daerah Bali salah satunya satua I Siap Selem. Berikut ini disajikan contoh kandungan nilai karakter dalam satua Bali I Siap Selem.

Satua Men Siap Selem ini mengisahkan dua tokoh yang berbeda karakter. Men Siap Selem dikisahkan sebagai sosok individu yang berkarakter baik, sedangkan Meng Kuuk sebagai tokoh jahat. Pada akhirnya, Meng Kuuk yang berniat jahat ingin memangsa semua anak Men Siap Selem mendapatkan malapetaka, giginya rontok akibat menyergap batu yang dikira anak-anak ayam. Jadi, satua ini bertema ajaran Karma Phala. Barang siapa berbuat baik akan memetik pahala yang baik, sementara yang menanam kejahatan akan memetik buah karma yang tidak baik. Guru dapat memakai satua ini untuk mendidikan anak-anak agar selalu berbuat kebajikan dan tidak punya keinginan untuk menyengsarakan orang lain.

Bahasa Bali sangat penting diperkenalkan sejak anak masih kecil, sehingga sejak dini mereka sudah memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bahasa ibu yaitu bahasa Bali. Di Zaman sekarang ini masih banyak orang tua yang seakan-akan melupakan mendidik putra-putri mereka untuk menggunakan bahasa Bali. Jika bukan generasi muda yang melestarikan bahasa Bali, lalu siapa lagi?. Bahasa Bali merupakan bahasa Ibu yang wajib dilestarikan. (bu Suci)