Posts Tagged ‘Menulis’

postheadericon Tips Belajar Di Rumah Agar Tetap Efektif

  1. Memiliki pola pikir yang positif
    Pendekatan belajar yang positif akan membuka pikiran anda untuk belajar. Hindari membandingkan diri anda dengan orang lain yang dapat berdampak negatif pada cara anda memandang belajar itu seperti apa.
  2. Buat beberapa catatan
    Saat guru sedang menjelaskan materi yang disampaikan, kita dapat menulis kembali poin-poin yang penting agar nantinya dapat dipelajari kembali.
  3. Carilah tempat yang kondusif untuk belajar
    Tempat menjadi salah satu aspek pendukung yang penting agar kegiatan belajar dapat dilakukan dengan efektif dan nyaman. Maka jika ingin belajar baiknya cari tempat yang nyaman dan jauh dari hal yang mengganggu konsentrasi.
  4. Tentukan durasi waktu untuk belajar
    Dengan membuat rencana atau mengatur jadwal belajar akan mendorong anda untuk menyelesaikan tugas-tugas.
  5. Makanlah dengan teratur dan cukup dengan Gizi
    Makanan memberikan nutrisi pada otak kita. Kekurangan makanan dapat menyebabkan kesulitan tidur, daya ingat buruk, dan kesulitan dalam memecahkan masalah.

==============

BALISTUNG® ialah sekolah non formal yang memberikan layanan pendidikan melalui aktivitas pembentukan karakter, bagi anak-anak usia dini (PAUD) bimbingan minat baca tulis, hitung (calistung), Matematika, bahasa Inggris, bahasa Bali, Yoga Anak, Kelas Menggambar hingga pelajaran materi SD & SMP.Pembelajaran dilakukan secara tatap muka, daring (online) atau Privat (Guru ke rumah Murid). Info HP/WA: 085100181981

postheadericon Rekomendasi buku Parenting yang menarik untuk dibaca

Parenting adalah upaya mendukung fisik, emosional sosial dan perkembangan kecerdasan anak dari bayi hingga dewasa. Hal ini tergolong penting maka dari itu hal-hal dasar seperti parenting harus dipelajari terutama bagi orangtua.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi buku parenting yang wajib dipelajari dan disimak untuk para orangtua :

1. New Normal Parenting (Miftahul Achyar Kertamuda, M.Pd) Poin-poin utama pada buku parenting setebal 152 halaman ini ialah mengenai pola asuh anak yang harus diterapkan dalam 5 fase penting yakni fase pra-nol tahun, fase anak usia 0-2 tahun, fase anak usia 2-4 tahun, fase anak usia 4-6 tahun, dan fase masa depan anak.

2. Because This Is My First Parenting Life: Pengasuhan dan Permainan Anak (Tim Chai’s Play) Buku parenting ini berisi tentang hal-hal dasar yang harus orang tua ketahui dalam mengasuh anak, buku ini juga menampilkan tanya jawab seputar pengasuhan anak dari A-Z, tips praktis bermain bersama si kecil, peran keluarga dalam pengasuhan anak.

3. Minimalist Parenting (Christine Koh dan Asha Dornfest) Buku ini berisi tentang pengalaman kedua penulis tentang bagaimana mengasuh anak dalam konsep minimalis atau minimalis parenting Selain itu, tips menerapkan konsep minimalis dalam keluarga pun turut disampaikan dalam buku ini. Intinya, Minimalist Parenting berusaha mengajak para pembacanya untuk menikmati indahnya dunia parenting secara lebih sederhana dan bahagia tanpa harus diposting di media sosial.

4. Enjoy The Sandwich Parenting (Ninik Yulianti) Buku ini berisi tentang bagaimana kehidupan parenting dalam keluarga sandwich. Pengertian dari keluarga sandwich itu sendiri yaitu sebuah keluarga dalam satu rumah yang di dalamnya terdapat tiga generasi meliputi ayah ibu (orang tua), anak, dan kakek nenek. Nah itu dia beberapa rekomendasi buku parenting yang dapat dibaca dan dipelajari oleh orangtua. Semoga bermanfaat!

BALISTUNG® ialah sekolah non formal yang memberikan layanan pendidikan melalui aktivitas pembentukan karakter, bagi anak-anak usia dini (PAUD) bimbingan minat baca tulis, hitung (calistung), Matematika, bahasa Inggris, bahasa Bali, Yoga Anak, Kelas Menggambar hingga pelajaran materi SD & SMP. Pembelajaran dilakukan secara tatap muka, daring (online) atau Privat (Guru ke rumah Murid). Info HP/WA: 085100181981

postheadericon Cara Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini

Edukasi menabung sejak dini merupakan hal positif yang kelak dapat menjadi suatu pola kebiasaan bagi anak untuk menentukan kehidupan dan pencapaiannya.
Berikut beberapa cara untuk mengajarkan anak gemar menabung :

1. Memberi pemahaman tentang uang

Berikan ia informasi dengan cara yang mudah sehingga anak dapat memahaminya. Informasi tentang uang yaitu: jenis uang, jumlah uang, dan manfaat uang itu sendiri.

2. Beri penjelasan manfaat dari menabung

Menabung memberi banyak manfaat untuk diri sendiri secara finansial. Ada baiknya sebelum memenuhi keinginannya ajarkan anak untuk mendapatkannya dengan cara menabung.

3. Buat Garis Waktu

Beritahu anak berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menabung sebelum ia membeli sesuatu.

4. Beri anak hadiah jika berhasil
Hadiah yang diberikan oleh orangtua merupakan dorongan positif untuk anak dan menjadikan itu sebagai motivasinya.

postheadericon Pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila pada Anak Usia Dini

Penanaman nilai-nilai Pancasila pada Anak Usia Dini sangatlah penting, hal ini tidak lain agar karakter anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal. Selain itu juga untuk menumbuhkan sikap dan perilaku positif bagi anak. Dalam pendidikan Pancasila ini tidak terlepas dari sikap dan kepribadian, sehingga di dalamnya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku anak.

 

Setidaknya agar karakter anak dapat terbentuk maka dibutuhkan peran keluarga sebagai tempat pertama kalinya anak mendapatkan sebuah pendidikan. Disinilah orang tua berperan penting dalam menumbuhkan karakter anak. Salah satunya adalah melalui nilai-nilai Pancasila. Lantas, nilai-nilai apa saja yang ada di dalam Pancasila, yang dapat digunakan orang tua untuk mengoptimalisasikan penumbuhan karakter anak?

 

Pertama, menumbuhkan karakter anak melalui nilai ketuhanan. Karakter ini dapat ditumbuhkan dengan mengajarkan pengetahuan agama sejak dini. Selain itu juga perlu adanya praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membiasakan anak untuk berdoa sebelum dan sesudah belajar, berdoa sebelum dan setelah makan, maupun berdoa saat hendak berpergian. Sehingga karakter religius anak akan tumbuh dan saat dewasa nanti dapat terbentuk dengan baik.

 

Kedua, menumbuhkan karakter anak melalui nilai kemanusiaan. Agar karakter maupun keterampilan sosial anak tumbuh secara optimal, di sini orang tua bisa mengajarkan anak untuk saling menghormati satu sama lain, peduli antar sesama, dan saling tolong menolong.

 

Ketiga, menumbuhkan karakter anak melalui nilai persatuan dan kesatuan. Untuk mewujudkan ini bisa dilakukan melalui pembiasaan saling bekerja sama, bahu membahu, gotong royong dalam menyelesaikan suatu kegiatan. Misalnya di lingkungan keluarga anak dibiasakan untuk bekerja sama membereskan mainan untuk dikembalikan pada tempatnya.

 

Keempat, menumbuhkan karakter anak melalui nilai permusyawaratan. Untuk menumbuhkan karakter ini orang tua dapat melatih anak untuk terbiasa makan bersama keluarga atau bisa juga dengan melibatkan anak untuk berdiskusi kecil saat menentukan aturan keseharian dalam keluarga.

 

Kelima, menumbuhkan karakter anak melalui nilai keadilan sosial. Dalam menumbuhkan karakter ini orang tua perlu mengajari bagimana anak harus berterima kasih dan saling membantu antar sesama sehingga tercipta hubungan timbal balik yang positif.

 

Dengan menanamkan kelima nilai yang ada di dalam pancasila ini maka akan terbentuk suatu konsep kebaikan dalam diri anak untuk membentuk dan menumbuhkan budi pekerti luhur, akhlak mulia dan perilaku yang positif.

 

*”Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021″*

 

(Penulis: Mukhamad Hamid Samiaji)

postheadericon Merawat dan mendampingi anak hiperaktif

Selalu aktif dan energik merupakan hal yang umum terlihat pada anak, khususnya anak pra sekolah. Tapi, kita wajib waspada jika perilaku aktifnya berlebihan sehingga menyebabkan gangguan interaksi dengan teman sebaya dan lingkungannya. Hati-hati, bisa jadi itu merupakan gejala Attention Defisit Hyperactivity Disorder (ADHD).

 

Anak dengan ADHD dapat dikategorikan menjadi 2 jenis:

1) Kurang memperhatikan (inatensi)

2) Tidak bisa diam atau hiperaktif-impulsif.

 

Gejala anak hiperaktif dengan kategori inatensi:
. Memiliki perhatian yang pendek, mudah teralihkan
. Mudah lupa atau kehilangan sesuatu
. Sering tidak tepat dalam mengikuti instruksi
. Sering ceroboh
. Kesulitan mengatur tugas
. Sulit mengikuti aktivitas yang menghabiskan banyak waktu

Gejala anak hiperaktif dengan kategori hiperaktif-impulsif:
. Kesulitan untuk duduk diam dalam lingkungan yang tenang
. Selalu merasa gelisah
. Sulit berkonsentrasi
. Terlalu banyak bicara
. Seringkali bertindak tanpa berpikir
. Tidak memiliki rasa takut
. Menggerakkan tubuh secara berlebihan

Anak dengan ADHD bisa dominan ke salah satu gejala, atau bahkan keduanya.

Beberapa gejala ADHD bisa memberi masalah bagi sang anak di kemudian hari, dalam hal interaksi sosial, tingkat kedisiplinan rendah dan juga prestasi akademik.

Hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan anak hiperaktif. Biasanya dokter akan menyarankan terapi hingga pemberian obat untuk mengontrol gejala yang parah. Tapi bapak / ibu jangan khawatir, kondisi sang anak bisa dikelola melalui dukungan dan pendidikan yang tepat.

Bagaimana cara mengontrol perilaku anak hiperaktif?
1. Bantu anak mengelola kehidupannya, seperti mengatur waktu beraktivitas dan menjaga lingkungan tetap rapi. Kuncinya pada instruksi yang terstruktur, singkat dan spesifik diakhiri dengan pujian setelah dilakukan.
2. Waktu tidur teratur.
3. Disiplin positif.
4. Meluangkan waktu bersama anak dan seluruh keluarga.

Bagaimana mengatasi kesulitan belajar anak hiperaktif?
1. Jujur dan beritahukan kebutuhan anak Anda agar pihak sekolah dapat menyesuaikan metode belajar yang sesuai.
2. Berdiskusi dengan guru anak Anda.
3. Membantu anak mengerjakan tugas sekolah.
4. Bantu sang anak untuk mengembangkan bakat dan kepercayaan dirinya.

Anda bisa mempertimbangkan untuk menyekolahkan di sekolah khusus, belajar dengan guru privat atau homeschooling. Dukungan penuh dari orang tua, guru dan orang-orang sekitar sangat penting dalam tumbuh kembang anak hiperaktif.

Categories
Bookmarks