Categories
Baca Tips

3 Cara Membaca Cepat

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan akan informasi tak terelakkan. Setiap hari kita dihadapkan pada begitu banyak informasi dari media massa,website, jurnal, bahkan laporan kerja. Mata kita melihat banyak susunan huruf, kata, dan kalimat. Otak kita pun bekerja secepat mungkin untuk memahami apa yang kita baca.

Teknologi yang semakin maju membuat kita lebih banyak lagi menggunakan kelengkapan informasi, seperti e-mail, internet, world wide web, dan sebagainya yang kita perlukan untuk menunjang pekerjaan dan kehidupan kita. Artinya, sekarang kita diharapkan mampu membaca dan menyerap lebih banyak materi yang tersedia dibandingkan dengan generasi dulu. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah tak cukup membaca materi, tetapi juga memahami.

Jika sekedar membaca, mungkin Anda sanggup membaca cepat sebuah tulisan panjang dalam rentang waktu yang singkat. Pertanyaannya, apakah Anda mengerti apa yang Anda baca? Peningkatan kekuatan membaca berarti juga peningkatan kekuatan otak. Tapi, jangan biarkan Anda merasa terbebani dengan serbuan informasi di era keterbukaan informasi sekarang ini. Anda hanya perlu membuat strategi membaca yang memungkinkan Anda dapat membaca cepat sekaligus memahaminya.

Stine dalam bukunya, Mengoptimalkan Daya Pikir, menganjurkan beberapa langkah yang bisa membantu Anda membaca cepat, diantaranya:

    1. KonsentrasiTerdengar klasik? Tetapi itulah yang membuat pikiran kita terpusat pada satu hal. Dalam buku How to Read Better and Faster karya seorang instruktur membaca Norman Lewis, ditemukan hubungan yang kuat antara konsentrasi dan kecepatan membaca. Pernahkah Anda berada dalam kondisi saat Anda tengah asyik membaca artikel satu halaman penuh, dan tiba-tiba sadar Anda tidak memahami apa yang sudah Anda baca? Berapa waktu dan energi yang Anda buang sia-sia? Hanya dengan memfokuskan diri lebih serius pada apa yang dibaca akan meningkatkan kecepatan dan pemahaman Anda beberapa tahun ke depan.
    2. Menghilangkan kebiasaan membaca yang buruk, yaitu subvokalisasi, membaca kata demi kata, dan regresi.
      • Subvokalisasi diartikan sambil membaca, mengulang kata-kata. Menurut ahli membaca Michael McCarthy, kecepatan tercepat membaca pada saat menyuarakan setiap kata secara mental sekitar 150 kata per menit. Kecepatan tinggi bagi yang membaca kata demi kata adalah 200 sampai 300 kata per menit, hampir separuh dari kecepatan membaca rata-rata orang (600 lebih kata per menit). Dengan mengulang kata-kata, artinya memperlambat kita dalam membaca.
      • Memang, pada dasarnya kita belajar membaca satu kata demi satu kata, tapi menjadi pilihan yang salah ketika kita menggunakannya untuk membaca cepat. Setelah Anda meninggalkan masa anak-anak, pikirkan bahwa Anda dapat menangkap materi yang jauh lebih besar. Otak orang dewasa difungsikan untuk menyerap dan menginterpretasikan seluruh frasa dengan sekali melihat, tanpa harus mengartikan atau menyuarakan kata demi kata.
      • Regresi berarti mundur ke pernyataan sebelumnya. Kebiasaan buruk ini bisa jadi menjadi kebiasaan paling buruk di antara dua lainnya. Menurut McCarthy, kebiasaan ini secara tidak sadar muncul dari “ketidakpercayaan kepada kemampuan kita untuk memahami materi”. Jika kita kehilangan sebuah kata atau frasa, jika perhatian beralih sejenak, secara instinktif kita merasa pemahaman kita akan meningkat jika kembali dan membacanya ulang. Nyatanya, cara ini justru membuat pemahaman berkurang. Mengapa demikian? Berhenti setiap kata atau frasa untuk melihatnya kembali dapat mengganggu kemampuan otak menangkap arti penting keseluruhan dari apa yang Anda baca.

  • Mengingat apa yang Anda baca dengan “pendukung bacaan”Apakah Anda sering tidak mampu menceritakan kembali kejadian pada hari sebelumnya? Atau Anda merasa pikiran tiba-tiba kosong saat mengerjakan ujian? Tapi mungkin Anda tidak lupa apa yang Anda makan kemarin malam? Faktanya, interaksi kita dengan dunia sekeliling memang jauh lebih jelas dan memberikan pengaruh lebih besar pada ingatan dibandingkan dengan kata-kata kosong yang tercetak pada beberapa lembar kertas. Ada 5 “pendukung bacaan”, yaitu:
    • a. Bacaan tersebut berisi tentang apa?
    • b. Apa informasi terpenting yang terdapat dalam bacaan?
    • c. Apa opini yang ada dalam bacaan?
    • d. Apa pendapat Anda tentang isi bacaan tersebut?
    • e. Unsur apa yang menjadikannya unik?

 {Sumber}

Categories
Baca Tips

Membangun Minat Baca Anak yang Tak Gemar Membaca

Jaman sekarang anak-anak hingga remaja punya lebih banyak pilihan dalam menghabiskan waktu. Media sosial, internet. video game hingga serial TV. Lalu bagaimana dengan membuat mereka menghabiskan waktu membaca.

Padahal membaca mempunyai banyak manfaat bagi anak. Paling tidak saat mengecam pendidikan lebih tinggi anak tak akan kesulitan dalam beradaptasi dengan bahan bacaan yang banyak. Selain itu, suatu saat ia akan membutuhkan untuk mempelajari keterampilan tertentu secara autodidak yang dapat meningkatkan kariernya.

Beberapa anak-anak memang suka membaca dan Anda tak kesulitan sama sekali. Namun, jika Anda kebetulan memiliki anak yang tak suka membaca, ada startegi untuk membuat membaca menjadi kebiasaan menyenangkan baginya.

Jangan memberi label
Orangtua seringkali memberi label bahan bacaan “baik” dan “buruk”. Banyak hal yang orangtua sering anggap sampah (buku komik, novel roman remaja, dll) tapi sebenarnya memiliki nilai sastra. Jangan bunuh kegemaran membacanya. Cara paling ampuh membuat anak mau membaca adalah tidak memaksanya membaca buku yang tak disukainya.

Mulailah dengan minat mereka 
Jika mereka menyukai video game, mulailah merangsang keinginan baca mereka dari serial komik berdasarkan permainan atau majalah games. Bahkan sebuah novel grafis, diformat seperti komik, memiliki teks yang dibaca seperti sebuah novel. Ini adalah penyelamat bagi siswa yang kesulitan menyimpan informasi dengan mudah melalui teks, mereka dapat meningkatkan keterampilan membaca dan meminimalkan frustrasi.

Ikuti petunjuk mereka
Bahkan anak yang paling tak suka membaca pun masih membaca. Perhatikan hal yang anak-anak Anda baca dengan teliti di waktu luang. Sebagai contoh, apakah Anda pernah melihat bahan bacaan di tangan mereka? Beberapa anak-anak tidak akan membaca buku, tetapi mereka membaca buku panduan video game,  majalah game, komik online,atau buku manual dan instruksi permainan. Kebanyakan anak memiliki setidaknya satu keterampilan yang ingin mereka sempurnakan. Berikan buku yang berdasarkan pada minatnya, dia akan melahap informasinya.

Yakinkan anak Anda ia bisa membaca buku yang ia suka. Hal ini lebih ditekankan pada proses menumbuhkan minat membaca. Jika Anda memiliki anak keras kepala yang bersikeras tidak ingin membaca buku. Mintalah saran padanya memilihkan buku untuk saudara kandung, sepupu atau anak seorang teman. Minta ia memilihkan buku yang menurutnya “baik”. Nah, dari situ Anda bisa mendapat gambaran.

Tanamkan nilai membaca
Bila Anak Anda mengatakan sesuatu kata baru atau menceritakan sesuatu yang baru, tanyakan padanya darimana ia tahu? Komik, majalah anak atau buku tentang pesawat terbang yang baru-baru ini menarik minatnya. Tekankan bahwa mereka mendapatkan pengetahuan berdasarkan bahan bacaannya dan itu hal yang membanggakan. {Sumber}

 

Categories
Baca Tips

TIPS: Ajari anak membaca

1. Membaca dengan Interaktif

Idealnya, Anda telah membacakan untuk anak sejak mereka masih kanak-kanak. Sehingga saat anak sudah duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, mereka siap menjadi teman membaca Anda. Biarkan anak Anda memilih buku yang dia inginkan. Jangan terlalu mempermasalahkan, walaupun ia memilih buku yang sama setiap waktu. Coba tanyakan pada anak Anda mengapa ia memilih buku itu dan apa yang ia ingat tentang ceritanya?

Tunjukkan judul dan gambar yang terdapat pada sampul depannya. Bacalah judul dan penulisnya dengan keras agar anak bisa mengerti apa maksud dari kata-kata tersebut. Biarkan anak Anda mengubah halamannya saat Anda membaca. Ikuti teksnya dan jalankan jari Anda di bawah kata-kata yang Anda baca dengan keras.

Ketika Anda membaca untuk si kecil, tanyakan padanya apa yang terjadi di dalam cerita. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Berbicara tentang gambar-gambar yang ada di dalam buku, dan mintalah pada anak untuk menunjuk pada karakter atau benda-benda yang disebutkan di dalam cerita.

2. Berirama

Saat membaca dengan anak, bacalah dengan memberikan irama pada setiap katanya. Berhentilah di akhir baris dan biarkan anak Anda mengisi kata yang berirama untuk selanjutnya. Ini akan mendorong anak untuk mendengarkan dengan cermat dan membantunya mendengar suara yang berbeda pada awal kata: “jack and Jill went up the hill”, cobalah mengubah bunyi pertama dari setiap kata dengan suara yang berbeda. Atau misalnya, “twinkle, twinkle little star” menjadi “pinkle, pinkle pittle par”. Sebaiknya praktekkan cara ini dengan bacaan yang mudah.

3. Buku Alfabet

Cari buku alfabet yang sesuai dengan keinginan anak. Anda dapat mendapatkan buku alfabet dalam berbagai materi – binatang, makanan, mesin. Berikan dorongan pada anak untuk membuat sendiri buku alfabet mereka. Bantu anak Anda memotong gambar dari majalah dan menempelkannya pada lembar kosong, satu gambar untuk setiap huruf dalam alfabet.

Kenalkan huruf dengan suara pada anak Anda. Mainkan permainan yang mengeluarkan suara di rumah atau mobil. Misalnya Anda mengucapkan, “Ibu melihat sesuatu yang dimulai dengan be” (suara untuk huruf B). Ketika anak Anda sudah memahami permainannya, mulai padukan berbagai huruf mengenai benda tersebut. Contohnya, b-o-l-a, be-o-el-a. Cara ini dapat membangun keterampilan belajar untuk membaca, sehingga anak akan segera mencoba membuat bunyi apapun dari apa yang telah ia tulis.

4. Pakai Penanda

Coba tempelkan post it kecil pada benda sehari-hari, seperti pintu, tempat tidur, dinding, lampu, sehingga rumah Anda akan berubah menjadi sebuah buku gambar raksasa. Memang rumah akan jadi sedikit tidak indah dipandang, tapi demi perkembangan anak tentu hal tersebut tidak masalah dilakukan untuk beberapa waktu.

Dengan cara ini anak akan mulai untuk mempelajari setiap kata dengan langsung melihatnya. Mintalah anak untuk membantu Anda membuat post it tersebut. Tulis setiap kata dengan pensil atau pulpen. Kemudian, bawa anak ke tingkat selanjutnya dengan menunjukkan tanda-tanda di sepanjang jalan, nama toko, menu dan apapun dengan kata-kata.

5. Membaca Untuk Diri Sendiri

Jadilah teladan yang baik. Biarkan anak melihat Anda membaca novel, majalah, buku resep, koran dan lain-lainnya. Ajak anak untuk ikut duduk di samping Anda dengan buku gambarnya atau buku ceritanya sendiri.

6. Berikan Dorongan Untuk Membaca

Ketika anak Anda mulai untuk membaca, bahkan setelah ia menjadi seorang pembaca yang baik, biarkan dia memilih sendiri materi yang dia ingin baca. Biarkan dia membaca kotak sereal, katalog dan bahkan buku-buku yang lebih menantang untuknya. Bawa anak Anda ke perpustakaan dan berikan dia kebebasan. {Sumber}