Categories
PAUD

Apakah itu Gaya Parenting Demokratis?

Salah satu gaya parenting yang sering dianggap sangat efektif yaitu gaya “demokratis” atau “permisif-kontrol”. Gaya ini adalah gabungan dari elemen dukungan emosional dengan batasan yang jelas serta menciptakan lingkungan yang seimbang untuk tumbuh kembang anak.

Apa saja ciri-ciri Gaya Parenting Demokratis?
1. Komunikasi Terbuka : Gaya ini menerapkan komunikasi dua arah, dimana orang tua mendengarkan pendapat dan perasaan anak serta memberikan penjelasan tentang sebuah aturan dan keputusan

2. Aturan yang jelas : Meskipun terdapat kebebasan dalam berpendapat namun orang tua dapat menetapkan batasan dan aturan yang jelas. Hal ini dapat membantu anak memahami harapan dan konsekuensi dari tindakan mereka.

3. Keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan : Anak dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka.

4. Dukungan emosional
: Dengan dukungan emosional dari orang tua akan membantu anak merasa dihargai dan dipahami. Hal ini juga mencakup memberikan pujian dan penguatan positif ketika anak menunjukkan perilaku yang baik.

5. Konsistensi serta keadilan : Dalam hal ini orang tua harus konsisten dalam menerapkann aturan dan konsekuensi serta bersikap adil dalam menangani situasi yang berbeda.

Adapun manfaat Gaya Parenting Demokratis yaitu :
– Meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab
– Meningkatkan hubungan orang tua dan anak
– Mengurangi konflik

Contoh Gaya Parenting Demokratis :

– Jika anak tidak menyelesaikan pekerjaan rumah, orang tua mungkin akan berdiskusi dengan anak tentang konsekuensi yang akan dihadapi dan memberi kesempatan untuk memperbaiki situasi

– Ketika menentukan jadwal kegiatan keluarga, orang tua meminta masukan dari anak ndan mempertimbangkan pendapat mereka sebelum membuat keputusan akhir.

Dengan menerapkan gaya parenting demokratis, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan emosional dan sosial anak secara seimbang.

Semoga blog ini dapat bermanfaat ya!

Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :

YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung

#balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar


Categories
PAUD

5 Poin Disiplin Diri untuk Anak yang wajib diketahui!

Disiplin diri yaitu keterampilan hidup yang harus dimiliki seseorang, hal ini tentunya harus dipelajari agar menjadi panduan dalam segala kegiatan yang dilakukan.

5 Poin penting disiplin diri yang wajib diketahui yaitu antara lain :

1. Menciptakan rutinitas
Ciptakan rutinitas yang menurut orang tua akan berhasil untuk anak. Secara umum rutinitas terdiri atas waktu bangun dan tidur, waktu belajar, dan lain sebagainya. Dampingi anak menjalankan rutinitas-rutinitas tersebut agar ia terbiasa dan dapat melakukan rutinitas tersebut dengan perasaan senang dan tidak merasa “terpaksa”.

2. Menjelaskan alasan
Pentingnya orang tua untuk menjelaskan alasan mengapa rutinitas itu harus dilakukan, cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan hal tersebut yaitu dengan melakukan diskusi. Dimana hal tersebut dapat mengurangi perasaan negatif anak, memulai rutinitas sejak dini dapat membuat mereka tumbuh dengan disiplin diri.

3. Minta anak melakukan komunikasi 2 arah
Komunikasi 2 arah antara orang tua dan anak bertujuan untuk membuat satu sama lain mengerti serta mengetahui maksud dan tujuan pesan yang disampaikan. Minta anak untuk menerima umpan balik (kebenaran) hal ini akan membuat mereka tahu bahwa tindakan atau pilihan yang buruk akan mengakibatkan mereka menerima umpan balik yang negatif. Mulailah memberi umpan balik pada hal-hal kecil misalnya PR dan kemudian hal-hal besar yang menyangkut disiplin diri.

4. Tidak menggantikan waktu dengan uang
Jangan mengimbanginya dengan memberikan banyak hadiah atau uang ketika orang tua tidak memiliki waktu luang bersama anak. Hal ini dapat membuat anak menjadikan hal tersebut menjadi contoh nyata bahwa orang tua tidak menunjukan disiplin diri. Jadikan waktu yang hanya sedikit, anda miliki untuk dihabiskan dengan anak-anak secara berkualitas. Pastikan rutinitas itu diterapkan bahkan pada saat anda tidak ada.

5. Perilaku baik tidak selalu berarti disiplin diri yang baik
Seseorang anak yang berperilaku baik belum tentu memiliki disiplin diri. Perilaku baik bisa saja perwujudan dari rasa takut akan kemarahan atau hukuman dari orang tua. Disiplin diri yang baik tetap menunjukkan perilaku dan kendali yang baik.

Semoga blog ini dapat bermanfaat ya!

Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :

YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung

#balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar


Categories
PAUD

Mulailah dengan hal-hal berikut untuk meningkatkan perilaku anak yang lebih baik!

Jika masalah perilaku anak membuat orang tua merasa kesulitan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Tips berikut dapat membantu meningkatkan perilaku untuk anak menjadi lebih baik :

1. Investasikan waktu orang tua terhadap anak-anak setiap hari
Meluangkan waktu kepada anak dengan memberikan perhatian positif dan meningkatkan hubungan emosional yang anak butuhkan. Ketika anak tidak mendapatkan perhatian positif, anak akan mencari perhatian tersebut dengan cara negatif.

2. Prioritaskan waktu tidur
Jika anak-anak kekurangan waktu istirahat atau tidur, perasaan nya akan lebih sensitif seperti mudah tersinggung. Waktu tidur menjadi salah satu hal penting untuk membuat hari-hari anak dalam berkegiatan lebih teratur dan emosinya terkontrol. Anak yang cukup istirahat akan berperilaku baik sepanjang hari terutama dalam kegiatan belajar atau sekolah.

3. Fokus pada rutinitas
Buatlah catatan kegiatan atau rutinitas untuk anak setiap harinya, gunakan gambar atau kata-kata sederhana dan minta anak untuk menempel atau mencatatnya di tempat yang akan mereka lihat setiap hari misalnya meja belajar anak dan lain sebagainya. Ajak anak untuk memahami catatan tersebut dan mematuhi jadwal tersebut.

4. Ajak anak menyelesaikan masalah
Dorong anak untuk menemukan solusi atau penyelesaian masalah sendiri, hal itu akan membantu mereka menyelesaikan konflik seiring bertambahnya usia. Jika orang tua harus terlibat, orang tua tidak boleh memihak tetapi ajukan pertanyaan yang akan membantu mereka menemukan solusi yang dapat membuat semua pihak merasa nyaman.

5. Jangan mengabaikan sumber perilaku buruk
Perilaku buruk sebenarnya bukan terjadi karena diri anak itu sendiri, namun bisa saja terbentuk karena faktor eksternal baik dari keluarga ataupun lingkungannya. Maka dari itu, orang tua dapat melakukan intropeksi kembali terhadap apakah “diri sendiri” yang mungkin menjadi penyebabnya.

Ayo terapkan bersama hal-hal baik atau positif mulai dari “diri sendiri” atau orang tua untuk perkembangan tumbuh kembang anak.
Semoga blog ini bermanfaat ya!

Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :

YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung

#balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar