Stop Membentak Anak : Dampak yang serius dan Solusi bijak bagi Orang tua
Mendidik atau membimbing anak bukanlah hal yang mudah, ada tantangan tersendiri dalam mendidik anak agar anak tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti. Ada kalanya orang tua sedang merasa lelah sehingga secara tidak sadar orang tua melampiaskan emosi tersebut dengan membentak anak. Hal yang terdengar sepele namun memiliki dampak yang jauh lebih besar dari yang kita tahu, dan perkirakan. Bentakan tak hanya melukai perasaan, mental anak tetapi membentak juga akan berpengaruh pada perkembangan otak anak, dan perilaku anak dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Mengapa membentak anak dikatakan bahaya?
Menurut bebagai penelitian, bentakan dengan nada tinggi atau menggunakan kata-kata kasar dapat merusak jaringan dan perkembangan otak anak. Pada masa pertumbuhan, otak anak sangat aktif membangun jutaan koneksi saraf yang berperan amat penting dalam proses belajar, mengenal, mengingat anak. Ketika anak sering mendapat bentakan, perkembangan yang dihubungkan oleh saraf ini akan terganggu dan akan berpengaruh terhadap kemampuan atau cara anak dalam menyikapi suatu permasalahan atau rintangan.
Selain itu, anak yang dibentak juga lebih rentan terkena trauma emosional hingga depresi atau gangguan kecemasan, anak akan merasa tidak aman, takut, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap orang tua sebagai sosok pelindung bagi anak.
Dampak negatif membentak anak
a. Anak menjadi penakut
Anak yang dibentak secara terus menerus akan tumbu menjadi pribadi yang penakut, anak akan cenderung menghindar dari masalah, menarik diri dari lingkungan sosial bahkan takut mencoba hal- hal baru karena khawatir akan melakukan kesalahan.
b. Berperilaku agresif
Alih- alih membuat anak patuh dan menurut, bentakan justru memicu anak berperilaku agresif. Anak kemungkinan dapat meniru perilaku tersebut dengan perliaku fisik seperti, mendorong, memukul,atau bahkan melawan orang lain sebagai bentuk pelampiasan emosi yang sebelumnya tidak tersalurkan.
c. Trauma dan Depresi
Bentakan yang terulang secara menerus akan mimicu adanya trauma berkepanjangan, anak akan merasa tidak dicintai, diabaikan bahkan dapat mengalami depresi yang berpengaruh pada kesehatan mental hingga anak dewasa.
d. Hilangnya kepercayaan diri
Anak yang sering dibentak akan kehilangan kepercayaan terhadap diri, tidak dapat menghargai dirinya sendiri. Anak menjadi minder, enggan mengembangkan potensi dalam diri, dan takut untuk mengambil inisiatif, hal ini jika dikaitkan dalam jangka panjang maka akan mempengaruhi prestasi anak baik secara akademik/ non akademiknya.
e. Gangguan konsentrasi
Emosi negatif akibat bentakan kepada anak dapat mengganggu kemampuan fokus dan belajar anak. Anak akan sulit berkonsentrasi di sekolah, bermain dengan teman atau bahkan menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik.
Apa faktor Orang tua sering membentak anak?
Membentak anak sering kali bukan menjadi niat awal orang tua namun faktor lainnya seperti faktor kelelahan, stress pekerjaan atau kurangnya kesabaran dapat memicu emosi yang meledak. Penting diingat bagi para orang tua, anak adalah peniru yang handal, cara bagaimana kita sebagai orang tua berbicara akan menjadi contoh anak dalam berinteraksi dengan orang lain.
Solusi dan langkah untuk menghentikan kebiasaan membentak anak
- Mengontrol emosi
Luangkan waktu sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam sebelum merespon perilaku anak, tenangkan diri agar tidak meluapkan emosi dengan cara merugikan. - Gunakan nada suara yang tenang
Komunikasi yang lembut lebih efektif dibanding dengan bentakan. Anak lebih mudah menerima nasihat jika disampaikan dengan cara yang baik - Berikan bimbingan dan arahan yang jelas
Ketika anak melakukan kesalahan, jelaskan apa yang salah dan bagaimana cara memperbaikinya bukan hanya melarang dan membentak anak. - Luangkan waktu berkualitas
Anak yang mendapat perhatian cukup dari orang tua cenderung lebih kooperatif, sediakan waktu bermain, bercerita
Kesimpulan :
Membentak anak bukanlah solusi yang tepat untuk mendidik dan membimbing anak. Justru hal tersebut dapat merusak perkembangan otak anak, mental anak, fisik, dan lainnya. Pilihlah komunikasi efektif lainnya, karena dengan cara ini orang tua dapat melakukan pendekatan positif, anak pula akan tumbuh menjadi anak yang ceria, bahagia dan penuh kasih sayang.
Membentak anak bukanlah solusi untuk membuat anak berubah, akankah anak mau mendengarkan setelah lingkungan membentak anak? Tidak, justru anak yang sering dibentak akan memiliki dendam pribadi dan bahkan berpengaruh buruk dalam tiap langkahnya, anak dapat menjadi seorang yang penakut, atau anak yang terlalu berani untuk melawan. Bentakan dapat berakibat batal bagi anak.
Balistung memiliki metode pembelajaran, kualitas guru terbaik sehingga kami memiliki pedoman serta peraturan tersendiri terkait ngajar mengajar, apabila anak membuat kesalahan kami tidak membentak anak tetapi kami memiliki cara atau solusi tersendiri untuk membuat anak memperbaiki dan mengetahui kesalahannya.
Ayo daftarkan putra dan putri ibu/bapak buat anak tumbuh cerdas, sehat secara fisik maupun mental serta terbebas dari bentakan bersama Balistung! Belajar menyenangkan bersama Balistung! https://wa.me/6281138802800
Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :
YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung
balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar #bacatulishitung


