Categories
Hitung Tips

Tips Mengasuh: Mengajarkan Balita Matematika sambil Bermain

Memperkenalkan matematika pada usia dini harus dimulai dari hal yang paling dasar.

Konsep matematika seperti mencocokkan, memilah-milah, pola, dan perhitungan sederhana merupakan hal yang mudah dipahami anak dan bisa diajarkan ketika beraktivitas maupun bermain.

Anda dapat mengajarkan konsep-konsep ini kepada anak ketika melakukan aktivitas sehari-hari yang disukai oleh Anda berdua.

Memasukkan permainan ke dalam rutinitas harian akan membantu anak mengembangkan kemampuan matematika dan kemampuan belajarnya, serta mempersiapkan dirinya untuk masa depan.

Belajar Volume Saat Mandi

Anak dapat mulai memahami konsep volume sewaktu mandi. Kumpulkan beberapa wadah yang berbeda dan bervariasi baik bentuk maupun ukuran.

Mulailah aktivitas dengan menunjukkan pada anak apa yang harus dilakukan; isi wadah dengan air dan katakan pada anak apa yang sedang Anda lakukan.

Ambil wadah yang penuh air dan tuangkan isinya ke wadah yang berbeda. Tanyakan dengan suara keras “Mama ingin tahu apakah wadah ini akan dapat menampung semua air ini?”

Dorong anak untuk ikut berpartisipasi dengan menawarkan dia sebuah wadah dan menuangkan air ke dalam wadah tersebut.

Gunakan kata-kata seperti: penuh dan kosong, besar dan kecil, luas dan sempit, untuk mengajari anak tentang volume dan pengukuran.

Permaian Mencocokkan Benda

Ajarkan anak tentang penalaran awal dengan permainan mencocokkan yang sederhana.

Kegiatan ini dapat dilakukan saat Anda mencuci pakaian atau saat sedang mengajaknya berbelanja.

Seorang anak kecil harus ditunjukkan bagaimana cara mencocokkan benda-benda.

Misalnya, mulailah dengan mencocokkan kaos kaki, sediakan dan letakkan tiga pasang kaos kaki di lantai.

Angkat satu kaos kaki dan minta anak untuk menemukan kaos kaki pasangannya. Berikan pujian jika anak berhasil menemukan kaos kaki yang cocok, lanjutkan dengan mencari pasangan kaos kaki lainnya.

Aktivitas ini akan bagus jika menggunakan kaos kaki dengan tiga warna yang berbeda untuk awal, gantilah dengan kaos kaki yang lebih rumit setelah anak dapat dengan mudah menemukan dan mencocokkan pasangan kaos kaki tersebut.

Membuat Kalung Manik-manik

Membuat kalung manik-manik akan mengajarkan anak mengenai bagaimana cara memilah dan mengenali pola benda. Bahan yang dibutuhkan antara lain manik-manik, tali untuk manik-manik, dan wadah.

Duduklah bersama anak dan mintalah anak untuk memilah manik-manik ke dalam kelompok-kelompok warna yang sama.

Mulailah aktivitas dengan memilih dua manik-manik, dan ciptakan pola dengan manik-manik tersebut (merah, biru, merah, biru). Minta anak untuk menemukan manik-manik berikutnya untuk membentuk pola tersebut.

Lanjutkan aktivitas ini dengan menambahkan warna yang berbeda pada pola kalung (merah, biru, kuning, merah, biru, kuning), kemudian minta anak untuk menemukan lagi warna selanjutnya mengikuti pola tersebut. [Sumber]

Categories
Baca Tips

Usia berapa seharusnya anak Anda mulai membaca?

Kapan seharusnya anak mulai membaca?

gungde-balistungMembaca adalah salah satu keterampilan hidup yang sering kita gunakan untuk mengukur kemajuan pendidikan anak-anak kita. Anda mungkin mendengar pertanyaan “Apakah dia sudah bisa membaca?” sama seringnya dengan pertanyaan “Apakah dia sudah bisa jalan?” ketika bayi Anda mulai bertambah besar. Beberapa pendidik percaya bahwa ada usia khusus di mana anak-anak harus mulai membaca. Tetapi, ada juga yang merasa anak-anak memiliki waktu yang berbeda untuk belajar keterampilan yang berbeda pula, termasuk membaca.

Dalam sistem sekolah umum di Amerika Serikat dan Inggris, anak-anak seringkali didorong untuk mulai membaca sebelum mereka masuk sekolah formal. Beberapa anak siap untuk mulai membaca pada usia ini, dan sangat menyukainya. Di sisi lain, ada juga anak-anak yang belum siap membaca pada usia ini, terutama untuk anak laki-laki.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah untuk menanamkan rasa cinta membaca dengan membaca untuk anak Anda dan juga bersama dengan anak Anda. Bukan dengan memaksa anak Anda untuk membaca. Anak-anak yang memiliki keterampilan secara natural, akan meminta untuk belajar lebih banyak, sementara anak-anak yang belum siap tetap akan mendapat keuntungan dari buku yang dibaca bersama-sama, yang nantinya akan membuat proses membaca lebih mudah ketika saatnya tiba. Tapi, pada usia berapa seharusnya anak sudah dapat membaca sendiri? Ini tergantung pada sekolah si anak. Fase membaca yang paling penting adalah antara usia 5-9 tahun. Jawaban atas pertanyaan usia berapa yang ‘normal’ untuk membaca tergantung pada sekolah dan perilaku mereka terhadap membaca. Cara yang terbaik adalah untuk selalu berhubungan dengan guru karena mereka dapat memberitahu Anda bagaimana anak Anda di sekolah dan apakah anak Anda perlu tambahan tugas rumah.

Bagi anak-anak bilingual (berbicara dua bahasa), Anda mungkin merasa proses berbicara, membaca, dan menulis secara lancar akan lebih lama dibandingkan dengan anak-anak monolingual (berbicara satu bahasa). Hal ini sangat normal karena anak-anak bilingual memiliki lebih banyak informasi untuk diproses, dan ini sama sekali bukan tanda kalau mereka belajar lebih lambat atau lebih buruk. Malahan sebaliknya. Walaupun anak-anak bilingual belajar lebih lama, ketika mereka menguasai keterampilan ini, mereka akan mendapatkan hasil lebih baik dibandingkan dengan anak-anak monolingual. Selain itu, keterampilan kognitif dan komunikasi juga akan meningkat secara keseluruhan. Jadi, jangan khawatir untuk memperkenalkan bahasa baru, hal ini hanya akan memberikan keuntungan pada anak-anak.

Bagi anak yang belajar bahasa asing, urutan prosesnya akan sama untuk bahasa apa pun. Setelah meletakkan dasar yang solid untuk keterampilan berbicara dan mendengar, mereka dapat melanjutkan untuk mengenali bahasa tertulis. Sama dengan bahasa pertama mereka, latihan one-to-one, meningkatkan rasa tertarik, dan menyediakan banyak dorongan adalah cara tercepat dan lebih menyenangkan dalam belajar.

Tips untuk membantu anak Anda dalam proses membaca:

Tips untuk membantu anak Anda dalam proses membaca:

  • Mulai membaca sejak usia dini, buat membaca bagian dari rutinitas sehari-hari.
  • Tanamkan rasa cinta terhadap bahasa – puisi, cerita, sajak, termasuk lelucon.
  • Dorong keterampilan verbal yang solid, bicara dengan mereka, buat mereka berceloteh, bernyanyi, bersajak, bercerita, semua keterampilan ini akan membantu proses membaca.
  • Dorong mereka untuk selalu menyelesaikan tugas sekolah – selesaikan tugas membaca yang diberikan guru setiap hari.
  • Beri contoh dengan melakukannya sendiri, biarkan anak-anak melihat Anda membaca buku dan majalah.
  • Terlibatlah. Anak-anak yang membaca beberapa kali seminggu akan menjadi lebih unggul dibanding anak seusianya ketika mereka remaja.
  • Berikan bantuan membaca one-on-one karena ini merupakan jalur tercepat untuk menjadi pembaca kompeten.
  • Berikan banyak pujian dan buat proses membaca menyenangkan.
  • Bergabung menjadi anggota perpustakaan bersama-sama.
  • Cari buku yang menarik perhatian anak Anda, baik itu tentang ballerina, sulap, ataupun binatang yang dapat berbicara!

Sama dengan berbagai hal yang berkatian dengan anak Anda, memiliki keyakinan atas kemampuan anak akan membantu mereka untuk memiliki rasa percaya diri, yang tentunya akan memiliki dampak positif dalam berbagai hal. Keterampilan membaca sangat berguna dalam kehidupan kita. Membaca meningkatkan kecerdasan, memperluas pengalaman, memperkenalkan orang pada ide-ide yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, dsb. Membaca merupakan dasar dalam pendidikan selanjutnya, selain itu membaca sangatlah menyenangkan. {Sumber}

Categories
Baca Tips

3 Cara Membaca Cepat

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan akan informasi tak terelakkan. Setiap hari kita dihadapkan pada begitu banyak informasi dari media massa,website, jurnal, bahkan laporan kerja. Mata kita melihat banyak susunan huruf, kata, dan kalimat. Otak kita pun bekerja secepat mungkin untuk memahami apa yang kita baca.

Teknologi yang semakin maju membuat kita lebih banyak lagi menggunakan kelengkapan informasi, seperti e-mail, internet, world wide web, dan sebagainya yang kita perlukan untuk menunjang pekerjaan dan kehidupan kita. Artinya, sekarang kita diharapkan mampu membaca dan menyerap lebih banyak materi yang tersedia dibandingkan dengan generasi dulu. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah tak cukup membaca materi, tetapi juga memahami.

Jika sekedar membaca, mungkin Anda sanggup membaca cepat sebuah tulisan panjang dalam rentang waktu yang singkat. Pertanyaannya, apakah Anda mengerti apa yang Anda baca? Peningkatan kekuatan membaca berarti juga peningkatan kekuatan otak. Tapi, jangan biarkan Anda merasa terbebani dengan serbuan informasi di era keterbukaan informasi sekarang ini. Anda hanya perlu membuat strategi membaca yang memungkinkan Anda dapat membaca cepat sekaligus memahaminya.

Stine dalam bukunya, Mengoptimalkan Daya Pikir, menganjurkan beberapa langkah yang bisa membantu Anda membaca cepat, diantaranya:

    1. KonsentrasiTerdengar klasik? Tetapi itulah yang membuat pikiran kita terpusat pada satu hal. Dalam buku How to Read Better and Faster karya seorang instruktur membaca Norman Lewis, ditemukan hubungan yang kuat antara konsentrasi dan kecepatan membaca. Pernahkah Anda berada dalam kondisi saat Anda tengah asyik membaca artikel satu halaman penuh, dan tiba-tiba sadar Anda tidak memahami apa yang sudah Anda baca? Berapa waktu dan energi yang Anda buang sia-sia? Hanya dengan memfokuskan diri lebih serius pada apa yang dibaca akan meningkatkan kecepatan dan pemahaman Anda beberapa tahun ke depan.
    2. Menghilangkan kebiasaan membaca yang buruk, yaitu subvokalisasi, membaca kata demi kata, dan regresi.
      • Subvokalisasi diartikan sambil membaca, mengulang kata-kata. Menurut ahli membaca Michael McCarthy, kecepatan tercepat membaca pada saat menyuarakan setiap kata secara mental sekitar 150 kata per menit. Kecepatan tinggi bagi yang membaca kata demi kata adalah 200 sampai 300 kata per menit, hampir separuh dari kecepatan membaca rata-rata orang (600 lebih kata per menit). Dengan mengulang kata-kata, artinya memperlambat kita dalam membaca.
      • Memang, pada dasarnya kita belajar membaca satu kata demi satu kata, tapi menjadi pilihan yang salah ketika kita menggunakannya untuk membaca cepat. Setelah Anda meninggalkan masa anak-anak, pikirkan bahwa Anda dapat menangkap materi yang jauh lebih besar. Otak orang dewasa difungsikan untuk menyerap dan menginterpretasikan seluruh frasa dengan sekali melihat, tanpa harus mengartikan atau menyuarakan kata demi kata.
      • Regresi berarti mundur ke pernyataan sebelumnya. Kebiasaan buruk ini bisa jadi menjadi kebiasaan paling buruk di antara dua lainnya. Menurut McCarthy, kebiasaan ini secara tidak sadar muncul dari “ketidakpercayaan kepada kemampuan kita untuk memahami materi”. Jika kita kehilangan sebuah kata atau frasa, jika perhatian beralih sejenak, secara instinktif kita merasa pemahaman kita akan meningkat jika kembali dan membacanya ulang. Nyatanya, cara ini justru membuat pemahaman berkurang. Mengapa demikian? Berhenti setiap kata atau frasa untuk melihatnya kembali dapat mengganggu kemampuan otak menangkap arti penting keseluruhan dari apa yang Anda baca.

  • Mengingat apa yang Anda baca dengan “pendukung bacaan”Apakah Anda sering tidak mampu menceritakan kembali kejadian pada hari sebelumnya? Atau Anda merasa pikiran tiba-tiba kosong saat mengerjakan ujian? Tapi mungkin Anda tidak lupa apa yang Anda makan kemarin malam? Faktanya, interaksi kita dengan dunia sekeliling memang jauh lebih jelas dan memberikan pengaruh lebih besar pada ingatan dibandingkan dengan kata-kata kosong yang tercetak pada beberapa lembar kertas. Ada 5 “pendukung bacaan”, yaitu:
    • a. Bacaan tersebut berisi tentang apa?
    • b. Apa informasi terpenting yang terdapat dalam bacaan?
    • c. Apa opini yang ada dalam bacaan?
    • d. Apa pendapat Anda tentang isi bacaan tersebut?
    • e. Unsur apa yang menjadikannya unik?

 {Sumber}