Categories
Baca

Belajar membaca sambil bermain adalah suatu sine qua non

Balistung_iconMengajar seorang bayi membaca sangat tergantung dari caranya dan ini berlangsung terus sampai aktivitas dalam Kelompok Bermain (KB) ataupun TK. Namun betapa tinggi pun intelegensi anak, anak adalah anak, dan kebutuhan akan bermain ini telah menjiwainya. Jadi bagi mereka pun, apalagi bagi anak lainnya, belajar membaca sambil bermain adalah suatu sine qua non (= tanpa mana tidak ada).

“Pembelajaran” kepada anak tidal boleh bersifat skolastik, namun mengingat “gengsi” orangtua kita yang sering bangga atas hasil luar biasa putra – putrinya, tak cukup sekali saja ditekankan: jangan merampas kebutuhan bermain dari putra – putri Anda. {Prof. DR. Conny Semiawan ; Ahli Pendidikan}

 

Categories
Baca Tips

7 Rambu Membaca

Niatnya benar, ingin mengenalkan dan membiasakan anak cinta buku. Tapi jika caranya salah, maka kebiasaan membaca bisa membuat kesehatan mata balita rusak. Ini rambu-rambu membaca yang benar.

Tepat jika Anda ingin mengajarkan balita Anda membaca sejak dini. Dan jika akhirnya balita Anda senang membaca, biasakan pula dengan cara-cara membaca yang benar, agar kesehatan matanya tetap terjaga. Berikut 7 rambu membaca:

1. Sambil tiduran. Posisi ini mengundang risiko. Pertama, mata cepat lelah, sebab tangan mudah pegal sehingga posisi buku makin turun. Ini membuat jarak buku dengan mata semakin dekat. Saat berbaring, otot mata pun akan menarik bola mata ke arah bawah, sehingga bola mata tidak dalam kondisi relaks. Kedua, ketika berbaring, biasanya cahaya yang menerangi tulisan tidak maksimal.
Tip bagi orangtua: Biasakan anak membaca dalam posisi duduk tegak. Jika ingin membacakan dongeng sebelum tidur, tumpuk bantal sampai agak tinggi untuk Anda dan balita bersandar. Jangan dulu meredupkan lampu sebelum acara mendongeng tuntas.
2. Membaca di mobil. Balita akan mual dan pusing setelah beberapa menit membaca. Penyebabnya, mata baita terfokus pada tulisan di buku yang diam tidak bergerak. Padahal, telinga – yang menjadi pusat pendeteksi keseimbangan tubuh –  mengirimkan informasi bahwa balita sedang melakukan gerakan dan berpindah tempat. Informasi tak sejalan itu bisa membingungkan otak sehingga memicu keluhan pusing, mual dan pandangan berkunang-kunang.
Tip buat orangtua: Supaya balita supaya tidak rewel dalam perjalanan, lebih baik putar lagu favoritnya atau mengajaknya ngobrol. Menonton DVD di mobil sama berisikonya dengan membaca.

3. Di tempat gelap.
 Di ruangan gelap, mata harus mengatur fokus secara maksimal agar obyek terlihat jelas. Memfokuskan penglihatan pada huruf-huruf kecil akan membuat mata bekerja ‘mati-matian’, sehingga cepat lelah dan perih. Kekurangan cahaya juga mendorong balita untuk memegang buku lebih dekat ke matanya untuk memperjelas penglihatan. Kebiasaan itu bisa membuat matanya berisiko terkena rabun jauh atau myopi.
Tip bagi orangtua: Periksa kekuatan lampu utama dan lampu meja di ruang belajar atau ruang di tempat anak sering membaca. Untuk penerangan sehari-hari, bola lampu susu lebih baik daripada neon, sebab memiliki filter yang meredam cahaya silau. Untuk lampu duduk, pilih lampu berkekuatan 40-60 Watt.

4. Terlalu lama.
 Terlalu lama memfokuskan pandangan membuat otot mata bekerja berat dan berisiko menimbulkan perubahan pada fokus mata, sehingga berpotensi menimbulkan rabun jauh. Biasakan balita mengistirahatkan mata dengan memejamkan mata atau memandang ke arah lain yang jauh, setiap 30 menit sekali. Ingatkan juga untuk sering berkedip guna membersihkan dan mempertahankan kelembapan mata. Nasihat untuk sering melihat pemandangan hijau juga ada baiknya diterapkan setiap hari.
Tip bagi orangtua: Jangan senang dulu melihat balita tahan membaca buku berjam-jam. Pasalnya, bisa-bisa tak lama lagi dia harus berkacamata. Ajak ia beraktivitas fisik atau bermain musik sebagai selingan membaca.

5.  Terlalu dekat. Jarak antara buku dengan mata terlalu dekat akan mengurangi luas bidang pandang dan membuat mata bekerja lebih keras. Sebaliknya, jarak terlalu jauh membuat tulisan kurang jelas dan terlihat kabur. Jarak pandang ideal membaca adalah 30 cm dari mata.
Tip bagi orangtua: Karena terlalu antusias, balita sering menarik buku sedekat mungkin ke matanya. Ingatkan balita agar selalu menjaga jarak pandang yang aman.

6. Di bawah terik matahari.
 Sinar matahari yang terik akan menyilaukan dan membuat pantulan cahaya yang tidak nyaman dari buku ke mata. Paparan sinar ultraviolet berlebihan ke mata juga berpotensi merusak struktur anatomis organ penglihatan.

Cahaya lampu neon, layar televisi, komputer, dan sinar matahari adalah penghasil sinar biru, sinar yang bisa merusak mata. Meski tidak menyebabkan kebutaan total, tetapi bisa menimbulkan kelainan penglihatan, seperti luka atau bercak di retina mata.
Tip bagi orangtua: Membaca di tepi kolam renang? Boleh, tapi sebelum pukul 9.00 pagi atau setelah pukul 16.00 sore ketika sinar matahari tidak menyengat.

7. Sambil makan. 
Selagi makan, separuh aliran darah dari seluruh tubuh difokuskan ke perut untuk mencerna makanan. Itu sebabnya, membaca sambil makan akan mengurangi asupan zat gizi ke mata, dengan demikian bisa melemahkan otot mata. Akibat paling ekstrem, kegiatan membaca sembari makan bisa membuat pandangan balita agak kabur pada saat itu.
Tip bagi orangtua: Biasakan balita makan di meja makan bersama anggota keluarga lain. Makan sambil membaca atau menonton TV dan bermain akan membuat balita kurang menikmati makanan dan makan lebih lama dari seharusnya.
Yuk, ajarkan kebiasaan membaca yang benar pada balita Anda. {Sumber}
Categories
Baca Tips

Cara Melatih Balita Membaca

Kegiatan membaca buku tak selalu berjalan mulus. Rentang perhatian anak usia ini masih pendek. Kadang-kadang sebelum cerita berakhir, dia bosan dan mulai jungkir balik. Jaga emosi Anda, jangan gusar kemudian enggan bercerita lagi.

Lakukan kiat berikut:

  1. Sabar. Mungkin anak bosan dengan posisinya. Perhatikan, apakah dia bergerak untuk memeragakan adegan-adegan dalam cerita yang bisa menandakan ia antusias. Bila dia benar-benar bosan, ditandai dengan diam saja, hentikan cerita dan lakukan kegiatan lain.
  2. Bacakan lagi dengan cara lebih menarik. Anak-anak yang aktif selalu sibuk ketika Anda membacakannya buku atau bercerita. Ada anak yang suka melihat halaman-halaman buku, kemudian beralih ke kegiatan lain. Mungkin kemudian dia akan kembali minta dibacakan.  Bacakan lagi dengan cara yang lebih menarik.
  3. Hindari memaksa anak duduk diam sampai cerita berakhir. Sesekali anak ingin bergerak, biarkan saja. Sementara anak bergerak, Anda berhenti bercerita. Setelah anak kembali tenang, lanjutkan cerita. Bisa juga, biarkan anak mendengarkan Anda sambil bermain boneka sebagai bagian dari kegiatan membaca.
  4. Jangan berasumsi anak suka ceritanya. Ada anak yang bisa tenang mendengarkan cerita sambil mewarnai gambar. Jangan anggap dia memerhatikan cerita, karena dia tidak melihat ke arah buku atau duduk di sebelah Anda untuk mendengarkan. Jangan lanjutkan membaca.  Anda harus mengondisikan anak untuk bersikap baik terhadap bacaan. Kalau anak tak berminat, hentikan dan ulangi lain kali.
  5. Sediakan kertas dan krayon sebelum membacakan cerita. Begitu anak bosan dengan bacaan, arahkan dia untuk mencoret-coret dan minta anak menceritakan coretannya.

Memupuk Keinginan Membaca

  • Bacakan buku apa saja yang diminta anak, meski itu buku yang sama setiap malam selama berminggu-minggu!
  • Baca atau bercerita secara perlahan supaya anak paham isi cerita.
  • Ekspresikan isi bacaan. Gunakan suara yang berbeda untuk setiap karakter, naikkan dan rendahkan suara sesuai konteks.
  • Gunakan boneka tangan atau boneka jari dan properti lain yang mendukung cerita.
  • Dorong anak bertepuk tangan dan menyanyi saat Anda membacakan bagian cerita yang berisi lagu.
  • Bahas bersama anak tentang ilustrasi buku cerita. Tunjuk gambar dan sebutkan namanya. Selanjutnya minta anak mengulang dan beri tepuk tangan bila dia bisa menceritakannya kembali dengan baik.
  • Lontarkan pertanyaan terbuka, misalnya “Kenapa ya, singa kok sembunyi di balik pohon? Kalau dia nggak sembunyi, apa yang terjadi?” Pertanyaan terbuka  mendorong anak berpikir tentang isi cerita dan bertanya.
  • Ganti nama tokoh cerita dengan nama anak.

Anak ingin terlibat dan terlihat pintar. Dorong dia memilih buku yang ingin dibacanya sendiri. Pertahankan minat anak terhadap buku dengan buku bergambar besar. Ajak membuatscrap book dilengkapi foto. Dorong anak membaca scrap book itu. {Sumber}