
Eggshell parenting atau pola asuh cangkang telur merupakan pola asuh yang kini banyak diterapkan oleh orang tua di Indonesia, meskipun sebagian besar tidak menyadari hal tersebut. Pola asuh ini membuat anak merasa seolah sedang “berjalan di atas cangkang telur” harus selalu berhati-hati dalam bertindak dan berbicara di hadapan orang tuanya.
Pola asuh seperti ini dapat menimbulkan rasa cemas, takut berlebihan, bahkan mengancam kesehatan mental anak dalam jangka panjang. Banyak orang tua menganggap cara ini wajar karena dianggap mampu melatih kedisiplinan dan ketangguhan anak. Padahal, pola asuh semacam ini justru berisiko menimbulkan tekanan batin hingga depresi pada anak.
Karakteristik Eggshell Parenting
a. Perilaku orang tua yang tidak dapat diprediksi :
Orang tua dengan pola asuh ini cenderung memiliki perubahan emosi yang cepat dan ekstrem. Mereka bisa tampak sangat baik di satu waktu, namun tiba-tiba menjadi sangat marah jika keinginannya tidak terpenuhi. Anak pun menjadi waspada dan berhati-hati dalam setiap tindakan agar tidak memicu kemarahan orang tua. Akibatnya, anak merasa tidak aman dan kehilangan kebebasan untuk mengekspresikan diri.
b. Rasa takut anak jika menyinggung orang tua :
Anak yang hidup dalam lingkungan eggshell parenting sering kali tumbuh dengan rasa takut berlebihan. Mereka khawatir jika perkataan atau tindakannya akan menyinggung perasaan orang tua. Hal ini menyebabkan anak menjadi tertutup, menghindari konflik, dan berusaha keras untuk selalu menyenangkan orang tua, bahkan dengan mengorbankan perasaannya sendiri.
c. Kurangnya keamanan emosional :
Orang tua yang tidak mampu mengelola emosinya cenderung melampiaskan kemarahan atau stres kepada anak tanpa mempertimbangkan situasi. Kurangnya keamanan emosional ini membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang pemalu, penakut, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
d. Dampak jangka panjang bagi anak :
Eggshell parenting memberikan dampak negatif baik secara fisik maupun mental.
Dampak fisik: anak lebih rentan terhadap penyakit, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan cenderung mudah lelah.
Dampak mental: anak dapat mengalami depresi, kecemasan berlebih, trauma, sulit percaya pada orang lain, serta memiliki rasa takut yang mendalam. Anak juga bisa menjadi pendiam dan kehilangan kepercayaan diri.
Cara Mencegah Eggshell Parenting
Pola asuh ini perlu dicegah agar anak dapat tumbuh sehat secara mental maupun fisik. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua:
- Edukasi tentang pola asuh yang positif : Orang tua perlu memahami berbagai metode parenting yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
- Belajar mengelola emosi : Kendalikan emosi sebelum berbicara atau bertindak kepada anak.
- Bangun komunikasi dua arah : Libatkan anak dalam percakapan, dengarkan pendapatnya, dan hargai perasaannya.
- Izinkan anak melakukan kesalahan : Kesalahan adalah bagian penting dari proses belajar. Biarkan anak belajar tanggung jawab dari kegagalan.
- Pahami dan hargai perasaan anak : Validasi emosi anak tanpa menghakimi.
- Ciptakan lingkungan yang nyaman dan aman : Rumah harus menjadi tempat anak merasa diterima dan dicintai tanpa syarat.
- Seimbangkan kasih sayang dan ketegasan : Disiplin tetap perlu, namun disertai dengan empati dan kehangatan.
Kesimpulan :
Eggshell parenting merupakan pola asuh yang berdampak negatif bagi perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental. Banyak orang tua menerapkan pola ini tanpa menyadarinya. Ciri-cirinya dapat terlihat dari sikap orang tua yang mudah marah, tidak konsisten, dan sulit diprediksi.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini akan merasa tertekan, takut, dan kehilangan rasa percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membangun hubungan yang sehat, penuh kasih, serta terbuka dengan anak agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berani, dan sehat secara emosional.
Eggshell parenting tentu berbahaya dan dapat terjadi dilingkungan mana pun sehingga anak akan lebih waspada, takut. Balistung sebagai wadah atau tempat anak belajar banyak hal, mulai dari pelajaran akademik, non akademik, kemampuan bersosialisasi, dan bagaimana cara menghargai
Balistung pula dapat menjadi tempat anak mengekspresikan sesuatu, kita sebagai guru, wadah bagi anak juga harus menghargai pendapat anak, kami menerapkan pola asuh, menjaga setiap tutur kata, perbuatan terhadap anak dan menjamin anak tidak merasa cemas, ketakutan. Oleh karena kita Balistung selalu menerapkam pola pembelajaran yang baik kepada setiap anak
Tunggu apa lagi? Ayo daftarkan Putra./Putri ibu, bapak di Balistung dan buat anak merasa bahagia saat belajar dengan metode, pola asuh guru di Balistung! https://wa.me/6281138802800
Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :
YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung
balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar #bacatulishitung

