Categories
PAUD

Selamat Hari Anak Nasional 2013

Menggambarkan figur anak laki laki dan perempuan yang sedang bergandengan tangan merangkai simbol nasionalisme (Bendera), intelektual (buku), cita cita dan prestasi (Bintang). Bermakna sebagai generasi penerus harus memiliki nasionalisme, rasa cinta tanah air, solidaritas, kecerdasan, cita-cita yang tinggi.

Setiap tahun Indonesia merayakan Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan HAN bermula dari sebuah gagasan untuk mewujudkan kesejahteraan anak. HAN diperingati setiap tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 pada tanggal 19 Juli 1984.

Peringatan HAN sebagai momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh bangsa Indonesia dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa membeda-bedakan atau diskriminatif, memberikan yang terbaik untuk anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya. Peringatan HAN juga untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orang tua, masyarakat, serta kepada bangsa dan negara.

Peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia. Selain itu, Peringatan HAN merupakan momentum untuk terus berupaya meningkatkan sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, maupun pemerintah dan negara, untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yaitu melakukan upaya perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya dan perlakuan tanpa diskriminasi

Tema  2013 ‘’Indonesia Yang Ramah Dan Peduli Anak Dimulai Dari Pengasuhan Dalam Keluarga”

Slogan: Stop kekerasan terhadap anak; Partisipasi dan kemandirian anak tentukan masa depan bangsa; Dukung keluarga dalam membangun kemandirian dan daya tahan anak; Anak cerdas gunakan Internet sehat; Bersama kita wujudkan Indonesia Layak Anak. {Sumber}

Categories
PAUD

Bayi Mampu Belajar Multibahasa

Pasangan yang berkomunikasi dengan dua bahasa berbeda, atau orangtua yang ingin mengenalkan dua bahasa kepada si kecil tak perlu khawatir. Bayi bisa memahami dua bahasa saat ia mulai belajar berkomunikasi.

Bayi memiliki kemampuan alami untuk memelajari bahasa termasuk bilingual. Bahkan kemampuan bayi ini lebih baik dibandingkan orang dewasa.

William O’Grady, penulis How Children Learn Language mengatakan orangtua bisa memulai pendidikan multibahasa kepada anak sedini mungkin, di bawah satu tahun. Dengan begitu bayi dapat dengan mudah menguasai semua perbedaan fonetik halus dalam pengucapan yang akan memungkinkan dia untuk berbicara dalam bahasa asing dengan sedikit atau tanpa aksen.

Masa emas inilah yang bisa orangtua manfaatkan untuk melatih kemampuannya berbahasa. Sebab di atas usia satu, kemampuan ini mulai menurun.

Nah, untuk membantu bayi menyerap bahasa kedua (bukan bahasa ibunya), pastikan bayi mendalaminya. Artinya, tidak cukup mengajarkan bahasa lewat obrolan saja.

Orangtua bisa melatih kemampuan berbahasa bayi lewat musik dan buku. Anda bisa menyanyikan lagu atau membacakan cerita. Jika ingin bayi Anda menguasai multibahasa, lakukan aktivitas ini secara bilingual.

Jangan terlalu bergantung pada mainan, buku, DVD atau CD bilingual. Semua perlengkapan ini memang membantu. Namun, tak ada yang lebih hebat dibandingkan suara asli ayah ibunya. Bayi akan lebih mahir berbahasa jika dilatih langsung oleh suara orangtuanya. {Sumber}

Categories
Bahasa Bali

Bahasa Bali Tidak Boleh Hilang

Balistung_iconRektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali Drs I Made Suarta, SH.M.Hum mengingatkan, bahasa daerah Bali merupakan bagian dari roh taksu (karisma) Pulau Dewata yang tidak boleh hilang.

“Oleh sebab itu sampai kapanpun bahasa daerah Bali diharapkan tetap lestari di muka bumi,” kata Rektor IKIP Made Suarta pada acara wisuda sarjana XXX perguruan tinggi swasta tersebut di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, bahasa daerah Bali dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di Pulau Dewata mempunyai andil dalam memberikan kenyamanan, kesejukan dan kedamaian.

Dalam kaitan dengan eksisten bahasa daerah Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) untuk mendukung bahasa daerah Bali masuk kurikulum pendidikan.

Pergub tersebut untuk mendukung bahasa Bali masuk kurikulum pendidikan mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

Made Suarta menjelaskan, IKIP PGRI Bali yang mengelola delapan bidang studi, salah satunya di antaranya menyangkut studi pendidikan bahasa daerah dan sastra Indonesia.

Dengan adanya Pergub Bali, program studi bahasa daerah Bali itu diharapkan akan tetap eksis di masa mendatang untuk mencetak guru-guru bahasa daerah Bali yang akan mengajar mulai tingkat SD hingga SMA/SMK. {Sumber}