Categories
Tips

Kesalahan kecil untuk memotivasi diri

Saya Larasati Anggraeni, pada tulisan pertama saya ini, saya ingin sedikit berbagi tentang apa yang selalu membuat saya termotivasi, ini saya dapatkan dalam sebuah video tentang seorang Guru yang ditertawakan keras oleh muridnya karena kesalahan kecil yang ia perbuat saat mengajar.

Suatu hari ketika seorang guru Matematika mengajar muridnya di dalam kelas. Sang guru menuliskan  perkalian sederhana di papan tulis. Namun sang guru sengaja membuat kesalahan dalam menuliskan hasil perkalian pertamanya. Hal ini membuat murid-muridnya mulai tersenyum dan tertawa. Sampai akhirnya guru ini selesai menulis dan menoleh ke arah murid-muridnya. Seorang murid mengkritik gurunya, bagaimana bisa salah pada perkalian yang amat sederhana ini,  lalu sang gurupun berkata “Saya sengaja menulis jawaban yang salah, dalam perkalian yang pertama karena saya mau kalian belajar sesuatu yang sangat penting ini, untuk membuat engkau mengerti bagaimana dunia memperlakukan engkau. Engkau bisa melihat jawaban saya benar sebanyak sembilan kali, tetapi tidak ada diantara kalian yang memuji saya, malah menertawakan dan mengkritik saya hanya karena 1 jawaban saya yang salah. Jadi inilah yang harus kalian sadari bahwa dunia tidak akan memujimu untuk hal-hal baik yang telah kalian lakukan berkali-kali, tapi dunia akan mengkritik dan menertawakan kalian untuk sebuah kesalahan yang kalian lakukan. Namun jangan berkecil hati karena hal-hal ini, terus bangkit di atas tertawaan mereka, dan berbagai kriitik yang mereka lontarkan”.

Setelah membaca hal ini saya menjadi lebih termotivasi, bahwa wajar saja kita semua melakukan kesalahan, dan wajar jika ditertawakan orang, namun tidak boleh berkecil hati dengan hal tersebut justru harus bangkit dan semangat. Dalam hal ini bukan termotivasi untuk melakukan kesalahan tapi terus melakukan hal-hal baik.

Semoga dengan saya membagikan tulisan ini, dapat menjadi motivasi dan inspirasi utuk yang lainnya. Bahwa membuat kesalahan adalah wajar selama terus berusaha memperbaiki diri dan melakukan hal-hal baik dan benar lainnya. (bu Laras)

Categories
Tips

Manfaat Lagu Untuk Anak Usia Dini

Pada umumnya musik mempengaruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak menjadi pintar bersoaialisasi. Sama halnya ketika mengajar anak usia dini mulai dari rentangan usia 1-6 tahun, anak-anak akan lebih senang dan bersemangat untuk belajar ketika diajak untuk bernyanyi. Namun yang sangat disayangkan adalah anak-anak dijaman sekarang justru lebih senang untuk menyayikan lagu orang dewasa. Akan tetapi walaupun sekarang ini sudah jarang didapati lagu-lagu bertemakan anak, bukan alasan kita untuk tidak memperkenalkan lagu daerah ataupun nasional  pada anak. Saat ini mulailah mengenalkan lagu- lagu anak diusianya karena dapat memberikan dampak positif. Manfaat lagu anak-anak antara lain:

  1. Melatih fungsi otak

Pada umumnya lagu akan dapat mempengaruhi fungsi otak kanan dan kiri. Manfaat lagu bagi otak kanan akan semakin lengkap, karena disini kita dapat meinta anak bernyayi sambil menggambar, mewarnai, meunjukkan gambar, dan aktifitas menarik lainnya. Sedangkan fungsi  lain otak kiri yaitu dapat terlihat pada saat anak dapat mengingat isi lagu, berhitung, tanya jawab dan juga aktivitas lainnya.

  1. Mempengaruhi mood anak

Pilihlah lagu anak yang berirama ceria, karena lagu akan dapat mempengaruhi perasaan anak, yang tadinya lesu, lemah, malas ataupun ngantuk dapat mejadi riang gembira.

  1. Melatih anak berbicara

Untuk anak yang masih dalam tahap belajar berbicara, anak akan lebih banyak mendapatkan kosa kata baru dalam nyanyian melalui irama sehingga si anak akan lebih lancar berbicara.

  1. Bersosialisasi

Mendengarkan lagu –lagu yang berteman perkenalan dan permainan, akan membuat anak-anak akan menjadi lebih akrab dengan cepat bersosialisasi satu dengan laiinya.

  1. Memberikan ketenangan Pada Anak

Lagu akan yang memiliki irama lambat dan halus berfungsi suatu ketenangan untuk anak. Salah satu contohnya yaitu lagu “nina bobo” yang digunakan sebagai lagu pengantar tidur bagi anak.

  1. Belajar membaca, menulis, dan berhitung

Dengan lagu kita bisa mengajak anak untuk menhafalkan huruf dalam sebuah kata, lalu kembali menuliskannya, atau kita juga bisa meminta anak untuk membaca lirik lagu tersebut di buku tulis. Selain itu dengan lagu kita dapat turut serta mengajak untuk bernyanyi sambil berhitung.

  1. Melatih kerjasama

Pada lagu yang bertemakan kelompok akan melatih kekompakkan dan kerjasama anak. Karena disini anak dapat bernyanyi sekaligus bermain seperti pada lagu “pak tani”. (bu Julia)

Categories
Tips

Langkah-langkah untuk Meningkatkan Kreativitas Seorang Anak

Anak-anak memiliki daya inovasi dan imajinasi yang sangat kuat. Kreativitas yang dimiliki seorang anak membuat mereka dianugrahi kelebihan daya intelektual, emosional dan juga daya tahan tubuh yang kuat. Salah satu penelitian mengatakan bahwa imajinasi yang dimiliki seorang anak bahkan dapat membantu anak untuk mengatasi rasa sakit. Daya kreativitas juga mampu membantu anak untuk menjadi lebih percaya diri, mampu mengembangkan kemampuan sosial, dan belajar sesuatu hal dengan lebih baik.
Seperti dilansir dari www.psychcentral.com, di bawah ini adalah beberapa saran yang telah disampaikan oleh beberapa ahli untuk mampu mengembangkan kreativitas anak-anak.
1. Buatlah ruang khusus untuk berkarya.
Membuat tempat khusus untuk anak-anak dimana mereka bisa berkreativitas sangatlah penting. Namun ruangan yang dimaksud bukanlah ruangan yang hanya sekedar mewah. Ruangan ini bisa saja berupa ruang kecil dipojok ruangan yang berisi mainan lego atau yang berisi baju-baju lama milik orang tua untuk bermain baju-bajuan. Menurut para ahli, daya kreativitas akan tumbuh dengan sangat baik ketika anak berada di tempat yang kaku atau terbatas, hal ini dikarenakan anak-anak merasa memiliki kekuasaan yang lebih untuk tempat yang mereka miliki.
2. Kesederhanaan.
Sama seperti halnya orang tua tidak perlu untuk memperluas tempat main anak, orang tua juga tidak perlu untuk membelikan anak-anak mainan terbaru dan yang lebih bagus. Psikolog untuk pendidikan anak, Charlotte Reznick, Ph.D, juga menyarankan agar tetap memberikan anak mainan dan kegiatan yang sederhana. Reznick mencontohkan dengan dirinya sendiri ketia Ia bermain lego bersama anak perempuannya. Anak perempuannya yang sedang bermain lego justru malah tidak menghiraukan instruksi mamanya, tapi lebih asik dengan imajinasi di pikirannya ketika memainkan lego.