Categories
Baca Tips

Kemampuan Membaca Anak Bukan Proses “Sim Salabim”

Belajar membaca bukanlah proses yang sekali berjalan langsung berhasil. Proses ini menempuh sejumlah tahapan hingga akhirnya bisa membaca sendiri dan lancar.  Waktu yang terbaik bagi anak untuk mulai belajar membaca adalah sejak usia dini, biasanya ketika mereka memasuki usia pre school. Ini adalah waktu terbaik di mana mereka mampu untuk mulai membangun kemampuan dasar dalam membaca.
Berikut ini adalah tahap-tahap dalam belajar membaca:

1. “Pre-reader” dan pembaca pemula
– biasanya suka melihat-lihat buku dan mulai suka untuk membacanya;
– sering berperilaku seperti layaknya seorang yang sedang membaca, misalnya memegang buku dan berpura-pura seolah sedang membacanya;
– belajar tentang kata-kata dengan melihat buku bergambar dan bermain dengan blok-blok yang ada gambar huruf, dan lain-lain;
– belajar tentang kata-kata melalui lagu, sinyal traffic lights, dan logo yang ada di kemasan produk makanan;
– belajar bagaimana teks bekerja, misalnya, di mana sebuah cerita dimulai dan berakhir di proses pencetakan;
– mulai memahami bahwa pemikiran mereka bisa dituangkan dalam cetakan tertulis;
– menggunakan gambar-gambar dan ingatan untuk menceritakan atau menceritakan ulang sebuah cerita.

2. “Emerging reader”

– siap menerima instruksi untuk membaca;
– belajar bahwa teks adalah cara untuk memberitahukan sebuah cerita atau informasi;
– mulai untuk mencocokkan kata-kata yang tertulis untuk diucapkan dan menemukan hubungan antara suara dengan huruf-huruf;
– mulai bereksperimen dengan membacam dan ingin mencoba untuk mengucapkan kata-kata dengan keras ketika membaca teks-teks sederhana;
– menemukan gambar-gambar yang bisa membantu untuk memahami teks, dan belajar bahwa kata-kata menyampaikan pesan yang konsisten dengan gambar.

3. “Early reader”

– mulai lebih percaya diri dan menggunakan metode yang lebih bervariasi, misalnya, mengandalkan isyarat visual untuk mengidentifikasi kata-kata pada teks;
– mengadaptasikan apa yang mereka baca ke teks-teks yang berbeda;
– mengenali banyak kata-kata, mengetahui lebih banyak tentang membaca, dan memiliki semangat untuk mencoba membaca teks-teks baru.

4. “Fluent reader”
– berpikir bahwa membaca adalah sesuatu yang baik dan bekerja dengan otomatis;
– menggunakan metode-metode yang bervariasi untuk mengidentifikasi kata-kata dan artinya;
– dapat membaca berbagai jenis teks dan memprediksikan peristiwa yang ada dalam cerita;
– menghubungkan cerita yang ada dalam buku dengan pengalaman atau pengetahuan mereka sendiri dan menemukan sesuatu yang baru.

Mungkin akan memakan waktu untuk melalui setiap tahapan dan anak Anda mungkin membutuhkan perhatian dan dukungan untuk melewati tahapan-tahapan tersebut. Anda, sebagai orangtua, bisa membuat sebuah aturan main yang dapat membimbing anak untuk meningkatkan kemampuan membacanya hingga berhasil.

Bagaimana membantu anak dalam membaca?

Sebagai orangtua, Anda adalah guru pertama dan utama bagi mereka. Ketika Anda membantu mereka belajar membaca, maka Anda telah membuka pintu menuju dunia buku dan belajar. Membaca dengan keras untuk anak-anak adalah cara terbaik untuk menarik perhatian mereka dan menumbuhkan ketertarikan mereka dalam membaca.

Dengan bantuan orangtua, anak akan belajar bagaimana membaca dan dapat mempraktikkannya hingga mereka dapat membaca dengan kenyamanannya sendiri. Kemudian, mereka akan memiliki informasi dan pengetahuan yang luas!

Membaca dapat menjadi aktivitas keluarga. Menghabiskan waktu dengan permainan kata-kata, cerita-cerita, dan buku-buku itu akan membantu anak Anda untuk:
– mengumpulkan informasi dan belajar tentang dunia;
– belajar bagaimana cerita dan buku bekerja, bahwa buku-buku memiliki awal, akhir, karakter, dan tema-tema;
– memperkaya penguasaan kosa kata dengan membaca dan bercerita tentang kata-kata baru;
– belajar bagaimana mendengarkan dan berpikir;
– belajar bahasa lisan dan pola bahasa;
– “jatuh cinta” dengan buku.

Yang perlu diingat adalah, tahapan yang dilalui anak yang satu dengan anak lain dalam membaca berbeda. Tidak usah membandingkan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal terpenting adalah, Anda peduli dengan kemampuan membaca anak sehingga bisa memilihkan buku dan beraktifitas bersama mereka yang bisa membantu meningkatkan kemampuannya. {Sumber}

Categories
Baca Tips

7 Cara Meningkatkan Minat Baca pada Anak

Anak yang mempunyai hobi membaca akan memiliki pengetahuan yang luas dan otak yang cerdas. Sebagai orangtua, Anda harus memberikan motivasi agar anak menyukai kegiatan membaca buku dari kecil.

Untuk membantu anak-anak menyukai kegiatan membaca, Anda membutuhkan banyak buku, imajinasi yang baik, dan motivasi. Melalui buku-buku itu, anak dapat membuka pikirannya terhadap pengetahuan dan dapat meningkatkan kreativitas anak.

Berikut 7 cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan minat baca pada anak, seperti dilansir dari lifescript, Selasa (19/6/2012) antara lain:

1. Biasakan diri dulu suka baca agar anak mencontoh
Untuk meningkatkan minat baca anak, Anda harus memberikan contoh yang baik dengan membaca koran atau majalah pada waktu-waktu biasa, seperti setelah makan malam atau sebelum tidur.

2. Sediakan bacaan sesuai umur anak
Pertimbangkan untuk berlangganan majalah yang sesuai dengan usia anak-anak atau membeli serial buku yang akan membuat anak-anak Anda tertarik untuk belajar membacanya. Tempatkan buku dan majalah di rak yang rapi dan mudah dijangkau oleh anak-anak.

3. Ajak anak ke toko buku
Ketika Anda pergi ke toko buku, ajaklah anak Anda agar anak tertarik dengan berbagai genre buku anak yang tersedia dan ingin membacanya di rumah.

4. Bahaslah tentang buku-buku menarik dengan anak Anda
Ketika sedang santai bersama anak, bahaslah buku-buku yang disukai anak Anda. Mintalah anak Anda untuk menceritakan kembali buku yang telah dibacanya. Tunjukkan pada anak Anda bagaimana membaca memainkan peran penting dalam hidup seseorang karena merupakan sumber pengetahuan.

5. Bantu anak Anda menyusun buku-bukunya
Menyusun sendiri buku-buku kesukaan anak dalam rak buku dapat menumbuhkan minat anak untuk memperbanyak koleksi bukunya. Minat untuk mengumpulkan buku-buku dapat menumbuhkan keinginan membaca yang lebih besar.

6. Ajarkan anak membaca buku dengan menyuarakan tokoh di dalam buku
Membaca puisi, dialog, dan narasi dapat menghidupkan kata-kata pada setiap halaman buku. Tunjukkan kepada anak bagaimana menggunakan nada suara yang harus digunakan untuk bertindak sebagai karakter dalam buku.

7. Tingkatkan level bacaan anak
Untuk membantu anak-anak membaca secara teratur dan pada berbagai usia, Anda mungkin harus mengenalkan berbagai jenis buku pada anak. Tingkatkan level bacaan anak perlahan-lahan dari yang sifatnya ringan hingga ke sedang seiring perkembangan usia anak. [Sumber]

Categories
Baca Calistung Tips

Cara Mudah Membantu Anak yang Susah Baca

Jika Anda mempunyai anak yang mengalami disleksia (susah membaca), ada sebuah cara mudah untuk membantunya. Penelitian yang dilakukan di Italia menunjukkan bahwa memperlebar jarak antarhuruf dalam sebuah kata bisa meningkatkan kecepatan dan akurasi membaca mereka

Kemajuan teknologi telah memungkinkan cara ini dilakukan terhadap buku elektronik, sehingga memungkinkan dilakukannya manipulasi teks. Demikian diungkapkan para ahli.

Para ilmuwan dari University of Padua di Italia menganalisis 34 anak berkebangsaan Italia dan 40 anak berkebangsaan Prancis yang mengalami disleksia dan berusia antara delapan hingga 14 tahun. Mereka menemukan bahwa memperlebar jarak antarhuruf bisa membantu para siswa tersebut 20 persen lebih baik dalam akurasi membaca teks.

“Kami terkejut dengan bermanfaatnya jarak antarhuruf,” kata ketua peneliti, Marco Zorzi, profesor psikologi dan kecerdasan artifisial, seperti dikutipHealth Day.

“Kenaikan rata-rata dalam kecepatan membaca setara dengan yang diobservasi selama satu tahun dan mengurangi separuh kesalahan saat berbicara untuk dirinya sendiri,” ujar Zorzi. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PNAS.

Disleksia merupakan ketidakmampuan yang berbasis bahasa, yang disebabkan oleh kesulitan belajar mengenali kata-kata tertulis. Gangguan ini diperkirakan mempengaruhi lima persen anak-anak usia sekolah. Begitu kata para peneliti. Di antara bentuk disleksia ini adalah anak-anak yang membutuhkan waktu satu tahun untuk membaca huruf atau angka tertentu, sementara anak lain hanya membutuhkan waktu dua hari.

Manipulasi jarak (spasi) didasarkan pada fenomena yang dikenal sebagai “visual cwording”, yakni sebuah huruf lebih sulit diidentifikasi ketika posisinya berdekatan dan dikelilingi oleh huruf-huruf lain. Kondisi tersebut biasanya berpengaruh pada orang dengan disleksia karena mengenal huruf merupakan basis dalam membaca.

“Hal ini menjelaskan bahwa untuk orang disleksia, masalah (jarak antarhuruf) ini menjadi lebih kritis. Diperlukan jarak yang bagus dari huruf-huruf di berbagai tempat dan untuk setiap orang jarak tersebut berbeda-beda,” kata Guinevera Eden, Direktur Center for Study of Learning dan profesor pediatrik di Georgetown University di Washington DC.

Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan dibuatnya strategi yang membantu orang dengan disleksia. Di antaranya buku-buku teks, dokumen riset dan novel yang bisa diperoleh secara digital atau dalam bentuk elektronik. “Dengan teknologi yang ada saat ini untuk mengajari anak-anak membaca, informasi ini menjadi sangat penting. Banyak sekolah dengan anak-anak disleksia memanfaatkan teknologi untuk mengubah buku cetak mereka, sehingga lebih mengakomodasi anak-anak tersebut,” kata Eden lagi. [Sumber]