#SekolahNonFormal #Calistung #BimbelAnak #InfoDenpasar
Author: balistung
Kartu Bilangan Bulat ‘BilBul’
Pelajaran matematika sering dianggap momok yang menakutkan di kalangan para siswa. Banyak siswa yang mengaku tidak suka atau bahkan membenci pelajaran matematika. Menurut mereka, matematika merupakan pelajaran yang susah dan rumit untuk dipelajari. Oleh karena itu, guru matematika dituntut untuk lebih kreatif dalam mengajarkan suatu materi agar para siswa tertarik untuk mempelajari materi tersebut. Salah satu contoh cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran atau yang dapat disebut alat peraga ini dapat menarik perhatian siswa daripada guru menjelaskan dengan metode ceramah. Sebenarnya, semua materi dalam matematika kita dapat buatkan media atau alat peraganya. Kartu bilangan bulat ‘BilBul’ ini salah satu contoh media pembelajaran yang dapat digunakan dalam menjelaskan materi bilangan bulat untuk siswa SD kelas 5 dan 6. Dalam pembuatan media kartu BilBul ini sangatlah mudah, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Siapkan potongan-potongan kertas berwarna yang terdiri dari 2 warna, contoh warna biru dan merah.
- Dalam potongan kartu tesebut diberi keterangan bahwa kartu biru menunjukkan bilangan bulat positif yang diberi tanda + dan merah menunjukkan bilangan bulat negatif yang diberi tanda – .

Adapun cara menggunakan media ini adalah sebagai berikut:
Dijelaskan terlebih dahulu, bahwa untuk sebuah kartu yang biru (positif) dipasangkan dengan kartu merah (negatif) maka hasilnya adalah nol (0).
Contoh:
Untuk soal 5 + (-2) = ………
Caranya, dengan mengambil 5 kartu biru (positif) dan 2 buah kartu merah (negatif) kemudian pasangkan masing-masing 1 kartu biru dengan 1 kartu merah. Hasilnya adalah kartu yang tidak memiliki pasangan yaitu 3 kartu biru (positif). Sehingga, jawaban dari soal 5 + (-2) = 3 (positif).
Dengan menggunakan media ini diharapkan para siswa lebih tertarik dalam belajar matematika terutama dalam materi bilangan bulat. Media ini dibuat bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami konsep bilangan bulat. Dengan media ini siwa belajar bilangan bulat tidak hanya dengan menggunakan angka-angka saja tapi dapat menggunakan sesuatu yang lebih berwarna dan tidak membosankan. Semoga media ini dapat bermanfaat bagi guru maupun siswa. (bu Nina)
Kesalahan kecil untuk memotivasi diri
Saya Larasati Anggraeni, pada tulisan pertama saya ini, saya ingin sedikit berbagi tentang apa yang selalu membuat saya termotivasi, ini saya dapatkan dalam sebuah video tentang seorang Guru yang ditertawakan keras oleh muridnya karena kesalahan kecil yang ia perbuat saat mengajar.
Suatu hari ketika seorang guru Matematika mengajar muridnya di dalam kelas. Sang guru menuliskan perkalian sederhana di papan tulis. Namun sang guru sengaja membuat kesalahan dalam menuliskan hasil perkalian pertamanya. Hal ini membuat murid-muridnya mulai tersenyum dan tertawa. Sampai akhirnya guru ini selesai menulis dan menoleh ke arah murid-muridnya. Seorang murid mengkritik gurunya, bagaimana bisa salah pada perkalian yang amat sederhana ini, lalu sang gurupun berkata “Saya sengaja menulis jawaban yang salah, dalam perkalian yang pertama karena saya mau kalian belajar sesuatu yang sangat penting ini, untuk membuat engkau mengerti bagaimana dunia memperlakukan engkau. Engkau bisa melihat jawaban saya benar sebanyak sembilan kali, tetapi tidak ada diantara kalian yang memuji saya, malah menertawakan dan mengkritik saya hanya karena 1 jawaban saya yang salah. Jadi inilah yang harus kalian sadari bahwa dunia tidak akan memujimu untuk hal-hal baik yang telah kalian lakukan berkali-kali, tapi dunia akan mengkritik dan menertawakan kalian untuk sebuah kesalahan yang kalian lakukan. Namun jangan berkecil hati karena hal-hal ini, terus bangkit di atas tertawaan mereka, dan berbagai kriitik yang mereka lontarkan”.
Setelah membaca hal ini saya menjadi lebih termotivasi, bahwa wajar saja kita semua melakukan kesalahan, dan wajar jika ditertawakan orang, namun tidak boleh berkecil hati dengan hal tersebut justru harus bangkit dan semangat. Dalam hal ini bukan termotivasi untuk melakukan kesalahan tapi terus melakukan hal-hal baik.
Semoga dengan saya membagikan tulisan ini, dapat menjadi motivasi dan inspirasi utuk yang lainnya. Bahwa membuat kesalahan adalah wajar selama terus berusaha memperbaiki diri dan melakukan hal-hal baik dan benar lainnya. (bu Laras)