Categories
Calistung SD

Tanda-Tanda Anak Siap Masuk SD

Foto: Tablod Nakita

Berikut tanda-tanda anak siap masuk SD:

  • Kemampuan motorik halus.

Anak bisa menulis sesuai dengan kemampuan usianya, menulis di buku, menggunting sesuai arahan guru, mengelem, menjahit dengan tali rafia, dan mampu mengikuti atau memindahkan tulisan (meniru).

  • Kemampuan motorik kasar.

Anak mampu baris-berbaris, dapat duduk tenang, rileks, bisa menempatkan posisi tubuhnya. Ketika bermain juga mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Berjalan dan berlari dengan baik.

  • Kemampuan kognitif.

Anak dapat membaca kata-kata sederhana “i-bu”; dikte sederhana seperti, “satu”, “a”, “b”. Kemampuan ini harus dikuasai karena sebagian besar sekolah dasar menuntut anak bisa membaca dan menulis secara sederhana. Begitu pun kemampuan matematika (mampu menghitung sederhana, minimal sampai 20), baik penjumlahan atau pengurangan.

  • Kemampuan sosial emosional.

Antara lain, anak sudah mandiri: mampu mengurus dirinya sendiri, mengambil makanan sendiri, membuka sepatu, bermain dengan teman, bisa menerima guru siapa saja, tidak pilih-pilih guru atau teman. Anak pun siap bermain dengan teman, artinya kalau ada temannya usil harus mampu mengatasi, mampu mengatakan mau/tidak mau saat melakukan/disuruh sesuatu. {Sumber}

Categories
Baca Calistung Tips

Cara Mudah Membantu Anak yang Susah Baca

Jika Anda mempunyai anak yang mengalami disleksia (susah membaca), ada sebuah cara mudah untuk membantunya. Penelitian yang dilakukan di Italia menunjukkan bahwa memperlebar jarak antarhuruf dalam sebuah kata bisa meningkatkan kecepatan dan akurasi membaca mereka

Kemajuan teknologi telah memungkinkan cara ini dilakukan terhadap buku elektronik, sehingga memungkinkan dilakukannya manipulasi teks. Demikian diungkapkan para ahli.

Para ilmuwan dari University of Padua di Italia menganalisis 34 anak berkebangsaan Italia dan 40 anak berkebangsaan Prancis yang mengalami disleksia dan berusia antara delapan hingga 14 tahun. Mereka menemukan bahwa memperlebar jarak antarhuruf bisa membantu para siswa tersebut 20 persen lebih baik dalam akurasi membaca teks.

“Kami terkejut dengan bermanfaatnya jarak antarhuruf,” kata ketua peneliti, Marco Zorzi, profesor psikologi dan kecerdasan artifisial, seperti dikutipHealth Day.

“Kenaikan rata-rata dalam kecepatan membaca setara dengan yang diobservasi selama satu tahun dan mengurangi separuh kesalahan saat berbicara untuk dirinya sendiri,” ujar Zorzi. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PNAS.

Disleksia merupakan ketidakmampuan yang berbasis bahasa, yang disebabkan oleh kesulitan belajar mengenali kata-kata tertulis. Gangguan ini diperkirakan mempengaruhi lima persen anak-anak usia sekolah. Begitu kata para peneliti. Di antara bentuk disleksia ini adalah anak-anak yang membutuhkan waktu satu tahun untuk membaca huruf atau angka tertentu, sementara anak lain hanya membutuhkan waktu dua hari.

Manipulasi jarak (spasi) didasarkan pada fenomena yang dikenal sebagai “visual cwording”, yakni sebuah huruf lebih sulit diidentifikasi ketika posisinya berdekatan dan dikelilingi oleh huruf-huruf lain. Kondisi tersebut biasanya berpengaruh pada orang dengan disleksia karena mengenal huruf merupakan basis dalam membaca.

“Hal ini menjelaskan bahwa untuk orang disleksia, masalah (jarak antarhuruf) ini menjadi lebih kritis. Diperlukan jarak yang bagus dari huruf-huruf di berbagai tempat dan untuk setiap orang jarak tersebut berbeda-beda,” kata Guinevera Eden, Direktur Center for Study of Learning dan profesor pediatrik di Georgetown University di Washington DC.

Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan dibuatnya strategi yang membantu orang dengan disleksia. Di antaranya buku-buku teks, dokumen riset dan novel yang bisa diperoleh secara digital atau dalam bentuk elektronik. “Dengan teknologi yang ada saat ini untuk mengajari anak-anak membaca, informasi ini menjadi sangat penting. Banyak sekolah dengan anak-anak disleksia memanfaatkan teknologi untuk mengubah buku cetak mereka, sehingga lebih mengakomodasi anak-anak tersebut,” kata Eden lagi. [Sumber]

Categories
Calistung PAUD

Perkembangan Si Lima Tahun

Di usia 5 tahun pertambahan berat badannya kurang lebih 2 kg/tahun, dengan tinggi badan kurang lebih 2 kali tinggi saat lahir.

Perkembangan motorik kasar:

  • Mampu berlari.
  • Menikung dan berhenti dengan terkontrol.
  • Melompat ke depan 10 kali tanpa terjatuh.
  • Berjalan di atas papan keseimbangan.

Perkembangan motorik halus:

  • Mewarnai dengan lebih rapi.
  • Melipat pakaian.
  • Menggambar dan menulis.

Perkembangan kognitif:

  • Mampu menyusun menurut rangkaian/urutan tertentu (sequence).
  • Logika berpikirnya makin sistematis.

Perkembangan emosi:

  • Anak mulai “iri hati” (dalam artian ingin memiliki benda/mainan seperti temannya).
  • Kalau sudah mempunyai adik sesekali ia akan menunjukkan rasa cemburu, namun di lain waktu akan menunjukkan rasa sayangnya.

Perkembangan bahasanya:

  • Menguasai 1.000-1.500  kosakata.
  • Makin lancar berbicara termasuk mengucapkan huruf yang sulit seperti “r.
  • Menggunakan kata ganti “saya” dan “kamu” dengan tepat tanpa terbolak-balik.

Perkembangan sosial kemandirian:

  • Bisa makan sendiri dengan lebih tertib.
  • Mandi sendiri.
  • Bisa berbagi seperti membagi bekal yang dibawa dengan teman sekolahnya.
  • Mengucapkan permisi/tolong/terima kasih dengan tepat.

 {Sumber}