Categories
Baca Tips

TIPS: Ajari anak membaca

1. Membaca dengan Interaktif

Idealnya, Anda telah membacakan untuk anak sejak mereka masih kanak-kanak. Sehingga saat anak sudah duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, mereka siap menjadi teman membaca Anda. Biarkan anak Anda memilih buku yang dia inginkan. Jangan terlalu mempermasalahkan, walaupun ia memilih buku yang sama setiap waktu. Coba tanyakan pada anak Anda mengapa ia memilih buku itu dan apa yang ia ingat tentang ceritanya?

Tunjukkan judul dan gambar yang terdapat pada sampul depannya. Bacalah judul dan penulisnya dengan keras agar anak bisa mengerti apa maksud dari kata-kata tersebut. Biarkan anak Anda mengubah halamannya saat Anda membaca. Ikuti teksnya dan jalankan jari Anda di bawah kata-kata yang Anda baca dengan keras.

Ketika Anda membaca untuk si kecil, tanyakan padanya apa yang terjadi di dalam cerita. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Berbicara tentang gambar-gambar yang ada di dalam buku, dan mintalah pada anak untuk menunjuk pada karakter atau benda-benda yang disebutkan di dalam cerita.

2. Berirama

Saat membaca dengan anak, bacalah dengan memberikan irama pada setiap katanya. Berhentilah di akhir baris dan biarkan anak Anda mengisi kata yang berirama untuk selanjutnya. Ini akan mendorong anak untuk mendengarkan dengan cermat dan membantunya mendengar suara yang berbeda pada awal kata: “jack and Jill went up the hill”, cobalah mengubah bunyi pertama dari setiap kata dengan suara yang berbeda. Atau misalnya, “twinkle, twinkle little star” menjadi “pinkle, pinkle pittle par”. Sebaiknya praktekkan cara ini dengan bacaan yang mudah.

3. Buku Alfabet

Cari buku alfabet yang sesuai dengan keinginan anak. Anda dapat mendapatkan buku alfabet dalam berbagai materi – binatang, makanan, mesin. Berikan dorongan pada anak untuk membuat sendiri buku alfabet mereka. Bantu anak Anda memotong gambar dari majalah dan menempelkannya pada lembar kosong, satu gambar untuk setiap huruf dalam alfabet.

Kenalkan huruf dengan suara pada anak Anda. Mainkan permainan yang mengeluarkan suara di rumah atau mobil. Misalnya Anda mengucapkan, “Ibu melihat sesuatu yang dimulai dengan be” (suara untuk huruf B). Ketika anak Anda sudah memahami permainannya, mulai padukan berbagai huruf mengenai benda tersebut. Contohnya, b-o-l-a, be-o-el-a. Cara ini dapat membangun keterampilan belajar untuk membaca, sehingga anak akan segera mencoba membuat bunyi apapun dari apa yang telah ia tulis.

4. Pakai Penanda

Coba tempelkan post it kecil pada benda sehari-hari, seperti pintu, tempat tidur, dinding, lampu, sehingga rumah Anda akan berubah menjadi sebuah buku gambar raksasa. Memang rumah akan jadi sedikit tidak indah dipandang, tapi demi perkembangan anak tentu hal tersebut tidak masalah dilakukan untuk beberapa waktu.

Dengan cara ini anak akan mulai untuk mempelajari setiap kata dengan langsung melihatnya. Mintalah anak untuk membantu Anda membuat post it tersebut. Tulis setiap kata dengan pensil atau pulpen. Kemudian, bawa anak ke tingkat selanjutnya dengan menunjukkan tanda-tanda di sepanjang jalan, nama toko, menu dan apapun dengan kata-kata.

5. Membaca Untuk Diri Sendiri

Jadilah teladan yang baik. Biarkan anak melihat Anda membaca novel, majalah, buku resep, koran dan lain-lainnya. Ajak anak untuk ikut duduk di samping Anda dengan buku gambarnya atau buku ceritanya sendiri.

6. Berikan Dorongan Untuk Membaca

Ketika anak Anda mulai untuk membaca, bahkan setelah ia menjadi seorang pembaca yang baik, biarkan dia memilih sendiri materi yang dia ingin baca. Biarkan dia membaca kotak sereal, katalog dan bahkan buku-buku yang lebih menantang untuknya. Bawa anak Anda ke perpustakaan dan berikan dia kebebasan. {Sumber}

Categories
Baca Tips

Tips Mengajarkan Anak Membaca

Banyak keluarga yang binggung menentukan kapan sebaiknya anak mulai belajar untuk membaca. Ada yang berpendapat bahwa untuk mengajarkan anak membaca dapat dimulai saat Sekolah Dasar (SD) dan ada juga yang berpendapat saat di Taman Kanak Kanak.

Hasil riset Dr Julia Carroll dan Anna Cunningham dari Departemen Psikologi University of Warwick menunjukan bahwa anak yang diajarkan membaca saat berusia 7 tahun memiliki kecepatan belajar yang sama seperti anak berusia 4 tahun.

Hasil riset tersebut juga menunjukan bahwa anak-anak yang lebih muda sedikit lebih baik dalam mengeja daripada anak-anak yang lebih tua. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih tua tidak selalu lebih cepat belajar membaca dan mengajarkan anak membaca pada usia 4 tahun dinyatakan cukup efektif.

Untuk menumbuhkan minat anak untuk belajar membaca, bunda dapat melakukan hal-hal berikut ini.

Tips mengajarkan anak membaca

1. Membacakan Dongeng

Dongeng merupakan cara terbaik menstimulasi anak untuk belajar membaca. Dongeng juga merupakan sarana terbaik bagi anak untuk belajar mendengar, menambah perbendarahaan kata, dan mengembangkan imajinasi mereka.

Bunda dapat memilih buku-buku dongeng yang bermutu dan pantas buat dikonsumsi anak-anak. Pilihlah cerita yang menarik dan memiliki gambar penuh warna sehingga anak-anak pun akan penasaran dengan gambaran peristiwa dalam dongeng tersebut. Gaya dan expresi bunda dalam membaca dongeng juga perlu diperhatikan, dengan begitu anak-anak pun akan tertarik untuk mendengarkan dan membaca buku.

2. Memasang Poster Tulisan Bergambar

Bunda dapat mengajarkan anak membaca dengan membuat sebuah poster bergambar dan menempelkannya di dinding kamar tidur sang buah hati. Gambar bisa menyesuaikan dengan tokoh favorit buah hati bunda.

Bila buah hati anda nge-fans dengan Spongebob. Mintalah sang buah hati untuk menggambar Spongebob, dan meminta anak mendeskripsikan gambar tersebut. Misalnya, “Spongebob sedang berenang.” Dan jangan lupa menempelkan poster tersebut di kamar tidur sang anak, supaya setiap hari mereka bisa melihat dan membacanya.

3. Memberikan Hadiah Sebuah Buku

Tanamkan di dalam hati anak bahwa buku adalah benda yang sangat berharga dan besar nilainya. Agar anak bisa lebih mencintai dan menghargai sebuah buku, bunda dapat menjadikan buku sebagai hadiah di hari special. Misalnya, sebagai kado ulang tahun dan jangan lupa membungkus kado tersebut dengan hiasan-hiasan yang menarik.

Jika perlu, bunda dapat menganggarkan buku kedalam daftar keuangan untuk pendidikan anak agar hadiah buku menjadi kebiasaan yang baik untuk keluarga.

4. Menjadi Teladan Membaca

Jadilah teladan yang baik dalam membaca buku sebelum bunda mengajarkan anak membaca. Tanyakan pada diri bunda sendiri,”Sudahkah aku gemar membaca buku?” [Sumber]

Categories
Calistung SD

Tanda-Tanda Anak Siap Masuk SD

Foto: Tablod Nakita

Berikut tanda-tanda anak siap masuk SD:

  • Kemampuan motorik halus.

Anak bisa menulis sesuai dengan kemampuan usianya, menulis di buku, menggunting sesuai arahan guru, mengelem, menjahit dengan tali rafia, dan mampu mengikuti atau memindahkan tulisan (meniru).

  • Kemampuan motorik kasar.

Anak mampu baris-berbaris, dapat duduk tenang, rileks, bisa menempatkan posisi tubuhnya. Ketika bermain juga mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Berjalan dan berlari dengan baik.

  • Kemampuan kognitif.

Anak dapat membaca kata-kata sederhana “i-bu”; dikte sederhana seperti, “satu”, “a”, “b”. Kemampuan ini harus dikuasai karena sebagian besar sekolah dasar menuntut anak bisa membaca dan menulis secara sederhana. Begitu pun kemampuan matematika (mampu menghitung sederhana, minimal sampai 20), baik penjumlahan atau pengurangan.

  • Kemampuan sosial emosional.

Antara lain, anak sudah mandiri: mampu mengurus dirinya sendiri, mengambil makanan sendiri, membuka sepatu, bermain dengan teman, bisa menerima guru siapa saja, tidak pilih-pilih guru atau teman. Anak pun siap bermain dengan teman, artinya kalau ada temannya usil harus mampu mengatasi, mampu mengatakan mau/tidak mau saat melakukan/disuruh sesuatu. {Sumber}