Categories
Baca Calistung Kursus Les SD Testimoni Tulis

Les baca tulis yang menyenangkan

Pengajaran di Balistung sangat membantu Agas, yang awalnya belum lancar menulis angka dan huruf sekarang sudah mengalami kemajuan, bahkan untuk dia les itu menyenangkan karena guru-gurunya saya lihat juga sangat sabar dalam hal mengajar. Terima kasih untuk bu guru yang sudah sabar mengajar agas sampai saat ini, moga-moga nggak kesel ya kalo Agas suka jail. (Orang tua dari I Gede Agastya Putra Darma)

 

Catatan: Calistung adalah akronim/ singkatan dari baca tulis hitung. Balistung memiliki program belajar salah satunya Calistung. Les membaca dan menulis terbaik ada di Jl. Tukad Pakerisan no.75, Panjer, Denpasar. Atau hubungi kami di 085100181981 untuk info selengkapnya.

Categories
Baca Calistung Kursus Les Tulis

Mengapa les baca di Balistung?

Guru ramah, on time, materi yang diberikan cukup  bagus pendekatan dan pengajaranya kemarin bagus.

(Orang tua dari Zilvanara Naila Syana Putri)

 

Catatan: Calistung adalah akronim/ singkatan dari baca tulis hitung. Balistung memiliki program belajar salah satunya Calistung. Les membaca dan menulis terbaik ada di Jl. Tukad Pakerisan no.75, Panjer, Denpasar. Atau hubungi kami di 085100181981 untuk info selengkapnya.

 

Categories
Baca Kursus Les

Lebih dekat bersama Maria Montessori

Biografi Dr Maria Montessori

Maria Montessori lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di kota Chiaravalle, Italia. Ayahnya, Alessandro, dulunya seorang akuntan negeri sipil, and ibunya, Renilde Stoppani, adalah seorang yang berpendidikan dan memiliki hasrat yang besar terhadap membaca.
Keluarga Montessori pindah ke Roma pada tahun 1875, dan pada tahun berikutnya Maria yang masih muda mendaftar di sekolah negeri di Via di San Nicolo da Tolentino. Seiring dengan perkembangan pendidikannya, ia mulai menerobos hambatan yang membatasi karir wanita pada saat itu. Sejak 1886 sampai 1890 ia melanjutkan pendidikannya di Regio Instituto Tecnico Leonardo da Vinci, dimana ia masuk kesana dengan keinginan untuk menjadi seorang teknisi mesin. Hal ini adalah sesuatu yang tidak biasa dimana pada saat itu kebanyakan gadis yang mengejar pendidikan lanjut mempelajari hal-hal klasik dibandingkan masuk ke sekolah teknik.
Setelah kelulusannya, orang tua Montessori mendorongnya untuk mengambil karir dalam bidang pengajaran, yaitu salah satu dari beberapa pekerjaan yang terbuka untuk wanita pada saat itu, akan tetapi ia memutuskan untuk masuk ke sekolah kedokteran dan menjadi seorang dokter. Ayahnya tidak menyetujui hal tersebut—sekolah kedoketeran pada akhirnya juga hanya menerima pria—dan rupanya Maria ditolak untuk masuk oleh kepala sekolah. Ia tidak terkejut, rupanya ia mengakhiri ketidaksuksesan wawancaranya dengan profesor dengan mengatakan “Aku tahu bahwa aku akan menjadi dokter”.
Pada akhirnya, Paus Leo XIII tampak seperti campur tangan atas namanya. Pada tahun 1890 Montessori mendaftar di Universitas Roma untuk belajar fisika, matematika, dan ilmu pengetahuan alam, ia menerima gelar diploma dua tahun kemudian. Hal tersebut dan atas campur tangan Paus memungkinkannya untuk memasuki jurusan kedokteran, dan ia pun menjadi wanita pertama yang masuk sekolah kedokteran di Italia. Montessori menonjol tidak hanya karena jenis kelaminnya, tetapi juga karena dia memang benar-benar berkeinginan untuk menguasai materi pelajaran. Ia memenangkan serangkaian beasiswa di sekolah kedokteran dimana, bersama dengan uang yang ia peroleh melalui pendidikan swasta, memungkinkannya untuk membayar sebagian besar pendidikan medisnya.