Sebagai orang tua, saya pikir kita selalu mencari cara yang dapat membantu agar anak mendengarkan.
Sementara hal tersebut mungkin bukan bagian yang paling menarik sebagai orang tua, membuat anak mendengarkan adalah suatu hal yang masih diperjuangkan oleh banyak orang tua. Saya bukan seorang pakar pola asuh (dan tidak akan mengklaim demikian), akan tetapi sebagai seorang Ibu dan mantan guru, saya telah mempelajari beberapa tips dasar yang dapat membantu pekerjaan kita sebagai orang tua menjadi sedikit lebih mudah.
1.) “ Oee’-Oee’ ”
Saya selalu tertawa saat saya menonton Charlie Brown dan suara-suara orang dewasa dalam kartun tersebut bagaikan suara terompet yang teredam – tidak ada cara untuk mengetahui apa yang orang dewasa SEBENARNYA katakan. Tahukan Anda? Hal itu benar-benar terjadi kepada anak-anak kecil! Dengarkan suara Anda. Ketika nada suara Anda tetap konsisten dengan tidak adanya variasi dalam volume atau irama, hal itu sangatlah membosankan dan tidak akan membuat anak tetap tertarik. Dan, seperti halnya dalam Charlie Brown, Anda akan mulai terdengar seperti suara latar belakang yang bising. Anda telah kehilangan minat anak Anda. Cobalah ini sebagai gantinya:
– Variasikan cara bicara Anda kepada anak.
Berbisik adalah cara yang sering saya gunakan, dan hal itu dapat membantu untuk meringankan situasi.
2.) Katakan apa yang Anda maksudkan
Daripada mengatakan kepada anak mengapa mereka telah berperilaku salah… dan mengapa Anda harus mengatakan kepada mereka bahwa hal tersebut tidak baik… dan bahwa akan ada konsekuensi untuk tindakan tersebut… dan Anda tidak akan mentolerasi tindakan itu lagi… dan… dan… katakan sajalah apa yang Anda maksud!
Berikut apa yang saya lakukan secara spesifik: