Categories
Ringkasan Buku

Rahasia Meraih Lebih Banyak Hasil Dengan Upaya Lebih Sedikit

Bagaimana menggunakan waktu Anda seefektif mungkin?

Di dunia yang serba sibuk saat ini, banyak dari kita harus mengerjakan daftar tugas yang sangat panjang setiap harinya. Kita mungkin tiba di tempat kerja dengan tekad untuk menyelesaikan tugas pertama dalam daftar dengan cepat, hanya untuk menemukan bahwa dua tugas baru telah muncul di waktu bersamaan.

Demikian pula, perusahaan mendapati diri mereka dibanjiri kompleksitas, mencoba melayani beberapa pasar dengan berbagai macam produk yang berbeda-beda, menyulap semuanya seperti badut di sirkus.

Dalam lingkungan yang kacau ini, memahami isi buku The 80 / 20 Principle, The Secret to Achieving More with Less karya Richard Koch menjadi penting untuk mengetahui apa yang benar-benar penting.

Prinsip 80/20 tampak sederhana namun sangat kuat. Ketidakseimbangan yang tampaknya universal antara usaha dan imbalan akan membantu Anda menggunakan waktu di tempat kerja dengan lebih efisien.

Terlebih lagi, prinsip ini terbukti membantu perusahaan meraih kesuksesan dengan cara yang berlawanan dengan intuisi: bukan dengan berbuat lebih banyak, namun dengan berbuat lebih sedikit.

Terakhir, Anda bahkan dapat menerapkan asas tersebut dalam kehidupan pribadi Anda untuk meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan dalam hubungan Anda dengan orang lain. Anda hanya perlu mengadopsi pola pikir 80/20 yang benar dan ringkasan buku ini akan menunjukkan caranya.

Categories
Ringkasan Buku

Wabi Sabi, Menjalani Kehidupan Yang Baik Melalui Kebijaksanaan Jepang

Bayangkan, Anda berada dalam pekerjaan yang tidak terlalu Anda sukai, yang menghabiskan seluruh energi Anda. Anda sering khawatir bahwa Anda kurang berprestasi. Anda jarang bertemu teman dan keluarga. Anda tinggal di wilayah kota yang sama sekali tidak cocok untuk Anda. Anda memiliki banyak barang yang Anda bahkan tidak yakin membutuhkannya. Entah bagaimana, hidup baru saja terjadi, dan Anda menemukan diri Anda di sini.

Konsep wabi sabi dalam bahasa Jepang mengandung hikmah ketika hidup terasa seperti ini. Melalui kesederhanaan, dan penerimaan terhadap ketidaksempurnaan dan ketidakkekalan kita, hal ini memungkinkan kita untuk melihat segala sesuatunya dengan segar. Wabi sabi mengajarkan kita bagaimana menyederhanakan dan memprioritaskan hal-hal yang benar, tanpa terlalu memaksakan diri saat melakukan perubahan yang diperlukan. Seringkali, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki sudah cukup, dan bahwa kita dikelilingi oleh keajaiban sehari-hari. Yang perlu kita lakukan hanyalah mempelajari cara mengaksesnya.

Melalui buku Wabi Sabi karya Beth Kempton, kita akan belajar:

  • Mengapa upacara minum teh di Jepang mendorong kesederhanaan;
  • Apa yang musim-musim dapat ajarkan kepada kita tentang keadaan emosi kita; dan
  • Bagaimana perenang jarak jauh dapat membantu kita memikirkan kembali kegagalan.
Categories
Ringkasan Buku

Cara Terbaik Menguasai Seni Berbicara Di Depan Umum

Apa untungnya bagi saya menguasai Seni berbicara di depan umum?
Laba-laba, ketinggian, berbicara di depan umum. Kita semua punya fobia. Namun meskipun Anda lebih suka berjalan melintasi tali yang dipenuhi laba-laba yang digantung di antara dua gedung pencakar langit daripada berpidato di depan penonton, berbicara di depan umum bukanlah hal yang menakutkan.

Seperti yang dijelaskan dalam buku The Art of Public Speaking karya Dale Carnegie bersama J.B Esenwein, kemampuan berbicara di depan umum adalah soal latihan. Awalnya memang terasa tidak nyaman, namun hanya ada satu cara untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut – Anda harus terjun langsung.

Setelah Anda selesai melakukannya, sisanya relatif mudah. Memang benar, menguasai seni pidato adalah suatu usaha yang menyenangkan dan luar biasa. Tentu saja, ada banyak latihan yang harus dilakukan, namun, pada akhirnya, keberhasilan berbicara bergantung pada perasaan tulus dan keyakinan terhadap subjek yang Anda sampaikan. Kali ini kita akan belajar serangkaian tip praktis – mulai dari cara mengatasi demam panggung hingga cara mengatur penonton – yang dapat digunakan untuk mendasari ketulusan dan keyakinan pribadi Anda.

Sepanjang ringkasan buku ini, Anda juga akan belajar

  • Bagaimana mengatur audiensi seperti membuat api unggun;
  • Mengapa Anda tidak bisa memakukan satu dahan pohon ke batang pohon lain; dan
  • Kesamaan apa yang dimiliki pemain bola basket dengan pembicara publik.